SOROT 465

Terjerat Candu Hallyu

Konser SMTown Live World Tour III in Jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

"Dalam pertemuan dua budaya selalu ada dua arus. Arus pertama itu mengikut, tapi biasanya ketika aliran pengikutnya sudah besar, pasti ada arus counter culture. Jadi kalau saya percaya, sekuat-kuatnya suatu budaya yang masuk, biasanya akan ada gerakan pula dari budaya-budaya yang meng-counter atau yang melakukan perlawanan, karena budaya-budaya tandingannnya itu pasti muncul, walaupun dia mungkin jadi minoritas. Pastinya, memang budaya utama kita ikut terpengaruh juga terhadap kerasnya arus budaya Korea," tutur Daisy lagi.

img_title Prabowo: Pembangunan Tak Boleh Dinikmati Segelintir Orang, Harus Berdampak ke Masyarakat

Budayawan sekaligus pegiat seni perfilman, Eddie Karsito, menjelaskan, tidak ada yang salah dengan budaya apa pun di era global seperti sekarang ini, termasuk budaya Korea. Yang terpenting, budaya tersebut masih positif, sejalan, dan selaras dengan budaya Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu kan konteksnya budaya, jadi jangan juga salah memahami terminologi budaya. Budaya itu kan tidak sebatas kesenian, tapi secara terminologi budaya, itu segala daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup itu disebut budaya. Nah, sebenarnya kita kan sudah dikasihkan warning, ketika ada perjanjian pasar bebas (Asean Free Trade Area / AFTA), kita kan sudah sering kali diingatkan bahwa bangsa Indonesia ini seyogyanya dapat meningkatkan kompetensinya di semua aspek, karena di era perdagangan bebas itu eranya persaingan bebas, jadi kalau kita tidak siap untuk itu, maka kita dilindas," ujar Eddie kepada VIVA.co.id.

img_title Tak Cuma Cari Profit, Orientasi BUMN Harus Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat di Sekitar PSN

Namun tak dimungkiri, dampak negatif dari produk budaya Korea ini juga ada. Menurut Daisy, salah satunya adalah adiktif atau kecanduan.

"Sisi negatifnya tentu saja salah satu faktornya ada adiktif atau comodity fetishism. Artinya ada gejala orang tidak berfikiran secara rasional menyukai produk itu sampai tergila-gila tanpa alasan. Terus kemudian muncul juga realitas semu. Realitas semu itu jadi dia sudah tidak bisa membedakan lagi antara dunia real-nya dengan dunia film, K-Pop, atau K-Wavenya ini. Itu sebenarnya yang harus dihindari," terangnya.

img_title Pengelolaan Lingkungan Pascatambang dan Pemberdayaan Masyarakat Harus Jadi Komitmen Perusahaan Tambang

Sementara itu, budayawan Eddie menambahkan, tidak ada dampak spesifik terkait masuknya budaya Korea ini, karena sebenarnya sama saja kasusnya dengan budaya asing yang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut