SOROT 465

Terjerat Candu Hallyu

Konser SMTown Live World Tour III in Jakarta
Sumber :
  • VIVAnews/ Muhamad Solihin

Selanjutnya, Pertarungan yang Wajar.

img_title Spoiler Drama Korea Doctor X: Kim Ji Won Hadapi Situasi yang Mengancam Nyawa Saat Masa Lalunya Mulai Terungkap

Pertarungan yang Wajar

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demam Korea atau Hallyu yang sudah sangat menjangkit ini menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait pengaruhnya dengan budaya Indonesia itu sendiri. Lewat K-Pop, drama, dan filmnya, Korea tak hanya menjual semata-mata produk budaya popnya saja, tapi juga nilai-nilai budaya negeri tersebut atau yang menurut sosiolog Daisy disebut sebagai komodifikasi budaya.

img_title Bikin Melongo! 1,16 Ton Ketamine di Belawan Bernilai Rp3,48 Triliun

"Lewat produk-produk popular culture-nya ini dengan proses 'komodifikasi', budaya yang masuk ke kita bukan hanya sekadar produknya saja, tapi nilai-nilai yang ditanamkan dari budaya Korea melalui K-Pop dan drama Korea juga masuk ke kita. Jadi tidak hanya film dan musik saja, mulai dari cara makan, makanannya, itulah way of life yang mau diperkenalkan ke kita," terangnya.

Ketika VIVA.co.id bertanya pada sejumlah K-Popers, apa pengaruh Hallyu bagi kehidupan mereka, jawabannya memang beragam. Sejumlah K-Popers memang mengaku ikut terpengaruh dari urusan gaya pakaian, berbahasa, hingga selera makanan. Namun, rata-rata menambahkan bahwa meski sangat menyukai budaya Korea, namun tak mengikis nasionalisme dan rasa cinta mereka akan budaya Indonesia.

img_title Spoiler Drama Korea Happy Anding: Kang Hoon, Cho Hyun Chul dan Kim Jung Jin Berjuang Jadi Komedian Setelah 10 Tahun

"Kalau buat aku pribadi sih enggak ya, karena kayak menurut aku Korea kayak apa pun kan beda culture-nya sama kita. Aku menyesuaikan diri aku sendiri, yang aku nyaman apa. Kalau makanan sama sekali enggak ya, karena walaupun makanan Korea itu enak, tapi tetep menurut aku enak makanan Indonesia, tetap aja di rumah makannya nasi sama sambel, hahahaha," ujar Raras Prasadja penggemar YG Entertainment.

"Aduh, kalau kayak gitu enggak deh, kalau dandanan enggak sih, kalau makanan suka penasaran, nyoba-nyoba resto Korea, cuma gitu aja," tambah Savira Maharani, mahasiswi yang juga menjadi ketua basis penggemar boyband EXO di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah K-Popers mengaku ikut terpengaruh dari urusan gaya pakaian, berbahasa, hingga selera makanan.

Dalam kasus Hallyu, penetrasi budaya yang terjadi masuk dalam kategori penetrasi damai atau penetration pasifique. Artinya, budaya Korea yang masuk sebenarnya tidak mengakibatkan konflik bagi budaya Indonesia itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut