- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Tak hanya para aktor, sederet musisi K-Pop bahkan kru produksi program TV Korea juga berbondong-bondong ke Indonesia. Sebut saja beberapa agenda Konser Korea lalu di tahun 2017 ini ada BTS dan juga CNBLUE. Belum lagi, mereka yang hadir dalam festival musik, seperti Epik High dalam We The Fest 2017, NCT 127 dalam Spotify on Stage, serta Taeyeon dan Hyoyeon SNSD untuk pembukaan Asian Games 2017.
Sementara itu, Music Bank Jakarta yang digelar 2 September 2017 kemarin dimeriahkan oleh EXO, BAP, NCT 127, BAP, GFriend, Astro, Park Bo Gum, dan Irene Red Velvet. Dilanjutkan dengan G-Dragon dalam konser solonya pada Minggu, 3 September 2017, kemudian subunit Super Junior, Donghae dan Eunhyuk dalam mini konsernya, Senin, 4 September 2017.
Serbuan artis Korea juga termasuk mereka yang datang untuk keperluan syuting program TV, seperti Law of the Jungle di Manado, Sulawesi Utara, dan Padang, Sumatera Barat. Terbaru, Lee Kwang Soo dan Jeon So Min melakukan syuting Running Man di Pantai Timang, Yogyakarta, Senin, 4 September 2017.
Mengapa konten hiburan dari Korea begitu mudah diterima di Indonesia? Apakah invasi Korea melalui K-Pop dan dramanya ini mengancam tergerusnya budaya asli Indonesia?
Selanjutnya, K-Pop dan Drama Korea.
K-Pop dan Drama Korea
Secara konten, fans K-Pop menganggap, lagu-lagu Korea memiliki beat yang catchy di telinga. Namun bicara soal industri hiburan Korea, negeri itu punya strategi pemasaran yang terbilang mengagumkan.
Sejumlah fans K-Pop mengaku, mengenal musik tersebut mulanya melalui drama dan variety show atau acara hiburan TV yang kemasannya dibuat lucu dan menarik. Selain menyanyi, para idola ini juga tampil di berbagai acara ragam, reality, dan bincang-bincang.
"Awalnya aku tuh kayak suka pertama nonton variety show-nya, terus suka lihat mereka, kayak lucu, habis gitu aku denger lagunya, liat style mereka keren banget, aku denger lagu mereka aku tuh kayak suka nonton kisah-kisah mereka," ujar Raras Prasadja, salah satu admin basis penggemar artis-artis YG Entertainment.
Sering wara-wiri di berbagai program tersebut membuat sisi lain idola Korea di balik gemerlap panggung terungkap. Karena itu, tak sedikit fanatisme K-Popers yang berkembang menjadi obsesi berlebihan.