SOROT 468

Peritel Dunia Dihantam Badai

Suasana toko Polo Ralph Lauren di Fifith Avenue, New York, sebelum ditutup.
Sumber :
  • REUTERS

Hingga September 2017, diketahui sudah 6.403 toko ritel yang tutup di seluruh AS. Ribuan toko tersebut milik 29 perusahan ritel yang beroperasi di negeri paman Sam tersebut. Tiga peritel yang paling banyak menutup tokonya adalah Radio Shack (1.430), Payless (808), dan Ascena Retail Group (667).

img_title Beras Fortifikasi Dipastikan Tak Menggeser Beras Premium, Mendag Budi: Pangsa Pasarnya Beda!

Chief Executive Officer salah satu raksasa ritel AS, yang menjual peralatan oleh raga, Dick's, Edward Stack mengatakan, industri ritel sedang berada di dalam badai yang sempurna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu lintas ke pusat perbelanjaan yang semakin macet, membuat dan konsumen semakin enggan menghampiri. Dan pada akhirnya, transaksi e-Commerce seperti Amazon terus mengalami kenaikan.

img_title Penjualan EV Moncer dan Pelaku Ritel Masih Optimis, Airlangga Bantah Ekonomi RI Tengah Lesu

"Saya pikir ritel saat ini dalam mode panik," ujarnya.

Selanjutnya, E-commerce Tumbuh

img_title Menko Airlangga Minta Pengusaha Ritel Modern Bantu Kopdes Merah Putih Permudah Akses Barang Non-Subsidi

E-commerce Tumbuh

Merosotnya ritel di AS terjadi di tengah pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Negeri Paman Sam itu selama delapan tahun berturut-turut. Indikator baiknya kondisi AS saat ini juga terlihat dari rendahnya harga gas, tingkat pengangguran di bawah 5 persen, dan 18 bulan terakhir merupakan momentum yang sangat baik untuk pertumbuhan upah, terutama bagi orang Amerika berpenghasilan menengah dan bawah.

Jadi, apa yang sedang terjadi? Dilansir dari The Atlantic, ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya fenomena merosotnya ritel di AS. Yang pertama jelas karena tumbuhnya e-Commerce.

Penjelasan paling sederhananya terlihat meningkatnya transaksi di Amazon. Dari 2010 hingga 2016, hasil penjualan di Amazon naik lebih dari empat kali lipat, dari US$16 miliar menjadi US$80 miliar.

toko online amazon - jual beli

Petugas keamanan berada di dekat meja resepsionis di kantor Amazon yang ada di Bengaluru, India. (REUTERS/Abhishek N. Chinnappa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dibandingkan dengan peritel konvensional Sears yang hanya mencatatkan pendapatan sekitar US$22 miliar pada tahun lalu, Amazon tumbuh tiga kali lipat. Bahkan, saat ini separuh dari rumah tangga di AS dikatakan telah menjadi pelanggan Amazon Prime.

Terlebih lagi Di AS, layanan belanja online terus berkembang. Tidak hanya produk fesyen, start up yang menjual perabotan rumah tangga, pakaian dan kaca mata seperti Casper, Bonobos dan Warby Parker terus diminati. Kebangkitan e-Commerce tidak hanya menggerakkan penjualan individu secara online, tapi juga membangun kebiasaan belanja baru.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut