- ANTARA FOTO/Lucky R
![]()
Puluhan pengemudi transportasi berbasis online roda dua dan empat mengkuti aksi yang diprakarsai oleh Asosiasi Driver Online di Depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Selain itu, kelemahan lainnya dari perusahaan ojek online tidak ada pengaturan tarif dalam taksi online, yang bertujuan industri agar isa bersaing lebih fair. Padahal sebenarnya pengaturan kuota dan tarif itu sebetulnya dalam rangka perlindungan kepada semua pihak mulai dari mitra pengemudi dan konsumen juga.
"Karena kalau tidak diatur kuota dan tarif, itu sama dengan tidak mengatur apa, mekanisme pasar yang berlaku, tarif tidak jelas yang kuat akan memakan yang lemah. Ketika sudah menang yang kuat yang akan berdiri sendiri," ucapnya.
Relasi dan nasib mitra pengemudi ojek online membuat Kementerian Tenaga Kerja “turun gunung”. Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Kemenaker sudah mempelajari status mitra pengemudi dengan meminta penjelasan dari perusahaan aplikasi transportasi online. Dari hasil diskusi itu, perusahaan menegaskan status pengemudi ojek online adalah mitra bukan pekerja atau karyawan.
Sekretaris Jenderal Kemenaker, Hery Sudarmanto, mengatakan institusinya masih menyelesaikan kajian relasi perusahaan dan mitra pengemudi. Dalam kajian, kementerian ini juga membahas bagaimana perlindungan terhadap mitra pengemudi, sistem kerja, sistem bonus sampai bagaimana pertanggung jawaban perusahaan dalam hal mitra pengemudi meninggal saat mengantarkan penumpang atau pesanan.
"Jadi PR bagi kita semua bagaimana untuk menyikapi agar hubungan kerja itu jelas. Ini yang saat ini sedang dikaji," katanya.
Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit berpandangan, sebaiknya perusahaan merekrut mitra pengemudi yang sebelumnya sudah punya pekerjaan tetap. Dengan menjalani ojek online sebagai pekerjaan tambahan, menurutnya akan memperkuat arah sharing economy.
Menurutnya, konsep awal dari berlakunya sistem ride sharing atau berbagi tumpangan, adalah untuk sharing economy. Contohnya saat seorang punya pekerjaan tetap dan memiliki kendaraan, begitu orang tersebut pulang kerja bisa sekalian menangkut atau memberi tumpangan bagi orang lain.
"Tapi sekarang ini (transportasi online) kan sudah jadi pekerjaan utama," jelasnya.