SOROT 470

Lima Detik Menyulut Pelik

Pengguna jalan tol melintas di samping gardu tol yang melayani pengisian ulang e-Money Mandiri di Gerbang Tol Cililitan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Kata Hery, selama ini dengan penggunaan gardu tol pembayaran manual, waktu proses pembayaran sebuah kendaraan angka tercepatnya hanya berkisar antara 6-9 detik. "Ini kita coba potong," kata Hery.

img_title Jasa Marga Ingin Infrastruktur yang Dikelola Tak Hanya Jadi Penghubung Wilayah, tapi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Gagasannya, seperti yang telah dipraktikkan Jokowi di Tol Bawean-Salatiga adalah dengan menggunakan kartu elektronik. Jadi, setiap pengendara tak perlu pakai uang tunai lagi. Cukup tempel kartu lalu pergi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

sorot non tunai - gerbang tol e-toll

img_title Jasa Marga Siapkan Rest Area Tol Buat Implementasi Penggunaan B50

Sejumlah kendaraan melintas di gerbang tol Cibubur Utama, Jakarta Timur. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Dari uji coba yang dilakukan, didapatlah waktu tercepat layanan menjadi berkurang lima detik, yakni antara empat detik dan lebih cepatnya lagi cukup tiga detik. "Hitungan kita itu nanti bisa (melayani) sekitar 400 kendaraan per jam," klaim Hery.

img_title Strategi Jasa Marga Tingkatkan Customer Experience

Karena itu, lewat bantuan mesin, kini tol-tol dipercaya tidak akan lagi mengular. Selain itu tentunya petugas tak perlu repot lagi menyediakan uang kembalian dan lain tetek bengek lainnya.

Dan pastinya, berkat 'mesin ajaib' di tol itu tak perlu lagi kehadiran manusia. Semua berjalan otomatis tanpa ada interaksi apa pun kecuali menempel kartu yang berisi uang.

"Standard kita cashless transaction itu adalah 3 detik," tambah AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Tbk Dwimawan Heru Santoso.

"(Karena itu) Kami berharap semua sekarang beralih. Begitu nanti 31 Oktober, sudah tidak boleh lagi. Kalau ada yang tidak bawa, kami paksa beli," tambah Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga Dwimawan Heru.

Selanjutnya, Menyulut Ribut

Menyulut Ribut

Di luar itu, gagasan pemerintah memotong waktu lima detik di tol memendam masalah. Mimpi praktis lewat mesin ajaib rupanya membuat mereka yang sehari-hari bekerja di gardu tol berteriak.

Lima detik ini menyulut keributan. Ribuan pekerja tol kini cemas, sebab bisa dipastikan kehadiran mereka tak lagi diperlukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada lebih 20 ribuan pekerja tol terancam (pekerjaannya)," kata Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) Mirah Sumirat.

Menurut perempuan yang mengaku telah 17 tahun bekerja di ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) ini, konsep praktis ala kartu tol itu memang meresahkan pekerja.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut