Sorot 472

Bajakan Si Pelaris

Warga melihat buku koleksi relawan Perpustakaan Terbuka yang dijejerkan di halaman Mesjid Agung Atsauroh di Serang, Banten
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Seorang pedagang berinisial AS, yang ditemui pada Kamis lalu, awalnya ragu-ragu mengakui keberadaan buku-buku bajakan di kompleks Kwitang. Tapi dia akhirnya menyingkap sedikit dengan menyebut istilah KW. Jumlah sebenarnya tak banyak. Dia bilang “ada beberapa” meski tak diperinci kisarannya. Sebagian besar konsumennya adalah kalangan mahasiswa yang berburu buku murah, rata-rata untuk keperluan tugas reguler kuliah atau tugas akhir semacam skripsi.

img_title Pelatih Sassuolo Puji Jay Idzes Cs usai Bungkam Juventus 3-2 di Serie A

Pria berusia 49 tahun itu, dengan rona seolah memohon dimaklumi, bahkan berani menyebut hampir semua pedagang buku di Jakarta pastilah menjual sekurang-kurangnya lima-sepuluh eksemplar buku KW. “Kalau kita tidak jual buku (KW) itu,” ujarnya berkilah, “gimana mau pelaris.” Lagi pula umumnya cuma buku-buku literatur kuliah, dan rata-rata hanya satu-dua judul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sentra Buku Kampoeng Ilmu Surabaya

img_title Betrand Peto Diramal Bakal Nikah Setelah Usia 30 Tahun, Begini Ciri-ciri Jodohnya

Sentra buku Kampoeng Ilmu di Surabaya. (VIVA/Nur Faishal)

Pasokan buku-buku aspal itu, menurut AS, serupa dengan pola yang terjadi di Kampoeng Ilmu Surabaya atau Shopping Center Yogyakarta. Semua buku, produk bajakan atau orisinal, disuplai oleh distributor atau langsung dari penerbit. Khusus di Kwitang, katanya, biasanya bukan langsung distributor, melainkan melewati agen satu ke agen lain. Ketika sampai di lapak pedagang di Kwitang, biasanya sudah dari agen kedua atau ketiga.

img_title Harga Emas Hari Ini 14 September 2026: Produk Antam Melorot, Global Merosot

Dapat dimengerti kala AS menyebut produk bajakan itu sebagai semacam pelaris. Alasan utamanya jelas harga yang jauh lebih murah dibanding buku-buku orisinal. Buku-buku orisinal literatur kuliah, AS mencontohkan, harganya bisa lebih seratus ribu. “Harga buku KW itu paling mahal tiga puluh lima ribu,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menolak menyebutkan contoh judul-judul buku yang biasanya muncul bajakannya, tapi rata-rata buku rujukan kuliah bagi mahasiswa semester satu sampai semester lima. Jadi, katanya, tak semua jenis atau judul buku yang dibajak karena mempertimbangkan permintaan pasar. Si pembajak pun, dia menganalisis, tak mungkin membajak semua buku tanpa memperhitungkan laku atau tidak. Biaya produksi membajaknya saja tidak murah, tapi “lakunya belum tentu, kan.”

AS berterus terang sering digelar razia buku-buku KW di Kwitang tapi pedagang sudah punya pola sendiri untuk menyiasatinya. Biasanya, buku-buku aspal diselipkan di antara buku-buku orisinal, terutama produk bekas. “Jadi tidak mudah terdeteksilah, kan, bercampur di sini.” Jumlahnya pun tak banyak, paling banyak sepuluh persen dari buku-buku asli.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut