Horor Tak Pernah Mati

Ilustrasi film horor
Ilustrasi film horor
Sumber :
  • REUTERS/Mario Anzuoni

VIVA – Matanya membelalak penuh celak. Gaunnya putih menjuntai, seperti rambut panjangnya yang terurai. "Bang, sate! 200 tusuk, makan di sini," katanya ketika menghampiri pedagang sate suatu malam. Dua pria yang menjaga kedai itu saling melempar pandang.

Makin melotot ketika wanita berwajah pucat itu melahap semua sate mentah tanpa tersisa. Dia bahkan menenggak kuah soto mendidih langsung dari panci jumbo yang asapnya masih mengepul.

Kaget bukan kepalang mereka ketika nampak punggung si wanita bolong, penuh belatung. Wanita itu lalu tertawa cekikan. Dia ternyata sundel bolong. Tukang sate pun lari tunggang langgang.

Potongan adegan dari film Sundel Bolong produksi tahun 1981 ini begitu terkenal. Dan, bagi para pemirsa, adegan itu jadi salah satu ikon film horor khas Indonesia.

Pemeran utamanya siapa lagi kalau bukan mendiang Suzzanna, aktris yang berjuluk “Ratu Horor Indonesia”. Bernama lengkap Suzzanna Martha Frederika van Osch (Lahir: 13 Oktober 1942 – Wafat: 15 Oktober 2008), dia dikenal dengan deretan film horor yang melegenda.

Beranak dalam Kubur (1971), Sundel Bolong (1981), Nyi Blorong (1982), Telaga Angker (1984), Bangunnya Nyi Roro Kidul (1985), Malam Satu Suro (1988) merupakan beberapa film fenomenalnya.

Penulis artikel ini pun masih duduk di bangku SD kala film-film Suzzanna diputar di layar kaca. Kala itu, di era 90-an, konon katanya film horor, film nasional secara keseluruhan, sedang dianaktirikan. Gempuran film Hollywood tak terelakkan.