Yang Terpuruk hingga Erupsi Gunung Agung

Setya Novanto saat menghadiri sidang eksepsi
Setya Novanto saat menghadiri sidang eksepsi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA – Hujan abu masih turun di Kota Amlapura. Hari itu masih sangat pagi, belum semuanya warga keluar rumah beraktivitas. 

Jalanan masih sepi, lalu lalang kendaraan juga belum banyak. Hujan abu di sekitaran ibu kota Kabupaten Karangasem, Bali, itu pun tak begitu dirasakan warga.

Tapi, sejumlah warga yang keluar rumah pagi itu melaporkan hujan abu, meski dalam skala yang cukup tipis. Hujan abu menempel di kaca-kaca mobil dan sepeda motor di wilayah yang berjarak sekitar 29 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Abu tipis di Amlapura pagi itu imbas dari aktivitas vulkanik Gunung Agung. Gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu menyemburkan abu vulkanik setinggi satu kilometer pada pukul 04.55 Wita, Kamis, 28 Desember 2017. Abu vulkanik berembus ke arah Timur.

Geliat gunung berapi di Kabupaten Karangasem itu memang belum dinyatakan reda, sejak meletus pada 25 November 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa Gunung Agung masih dalam fase erupsi. Aktivitas fluktuatif dalam fase erupsi adalah hal biasa.

Sejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Sabtu (9/12).

Sejumlah warga menyaksikan asap disertai abu vulkanis keluar dari kawah Gunung Agung yang masih berstatus awas, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)