SOROT 481

Yang Terpuruk hingga Erupsi Gunung Agung

Setya Novanto saat menghadiri sidang eksepsi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Dari 101 daerah, bisa dikatakan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang paling menyedot perhatian lantaran pemenang harus ditentukan hingga putaran dua pada 19 April 2017. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung koalisi Gerindra, PKS, dan PAN berhasil mengalahkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang disokong koalisi PDIP cs.

img_title Skandal Anniesa Hasibuan hingga Wabah Horor

Anies yang baru sembilan bulan sebelumnya terkena reshuffle dari Kabinet Kerja berhasil unggul telak atas Ahok. Bersama Sandiaga, Anies memperoleh 3.240.332 suara (57,95 persen). Sementara itu, Ahok-Djarot memperoleh 2.351.245 suara (42,05 persen).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Euforia Kemenangan Hitung Cepat Anies-Sandi

img_title Dari Luar Bumi sampai Konten Birahi

Pendukung Anies-Sandi bersuka cita atas kemenangan hitung cepat dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di Petamburan, Jakarta. (REUTERS/Beawiharta)

Kemenangan Anies-Sandi hanya salah satu catatan di Pilgub DKI. Momen lain yaitu kasus hukum yang menjerat Ahok hingga berujung vonis dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama. Meskipun vonis hakim terhadap Ahok ini menjadi pro dan kontra.

img_title Megawati ke Generasi Muda: Kuasai IPTEK, tapi Kuatkan Juga Moralitas

Harus diakui, masyarakat sempat terbelah, namun pemerintah dinilai tak cepat merespons. Rentetan aksi demo kelompok pendukung Ahok yang menolak vonis di berbagai daerah jadi imbasnya. 

Belum lagi perang urat syaraf antardua kubu elite parpol. Gejolak mereda karena Ahok enggan banding ke Pengadilan Tinggi DKI atas vonis tersebut. Sikap Ahok yang menerima vonis membuat tensi kelompok pendukungnya reda.

Terlepas dari Pilgub DKI, perhelatan Pilkada 2017 punya catatan baik. Angka 'golput' disebut berkurang. Tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2015 mencapai 69 persen. 

Sementara itu, di Pilkada serentak 2017 mencapai 74,5 persen. Begitupun jumlah perkara gugatan ke Mahkamah Konstitusi yang sedikit berkurang dibanding Pilkada 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

**
Mendekamnya Setya Novanto di balik jeruji menjadi mula karier politik mantan bendahara umum Golkar itu redup. Hal ini ditambah gugatan praperadilan jilid II-nya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dinyatakan gugur. Setya Novanto kini tengah sibuk membela diri dari jeratan kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Sejak kasus korupsi e-KTP bergulir, dengan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, nama Novanto tak bisa dipisahkan. Bola panas makin bergulir ketika sidang kasus e-KTP dimulai di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta pada awal Maret 2017. Nama Novanto diduga ikut berperan dalam mengatur proyek korupsi hingga merugikan negara Rp2,3 triliun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut