- ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Di Pilkada Kalbar ada Karolin Margret Natasa yang merupakan putri dari Cornelis. Nama Cornelis pernah menjadi gubernur Kalbar dua periode. Karolin dipasangkan dengan mantan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. Pasangan calon ini diusung PDIP-Demokrat.
Untuk Pilkada Nusa Tenggara Barat (NTB), ada Sitti Rohmi Djalilah yang maju sebagai calon wakil gubernur. Sitti Rohmi merupakan adik dari gubernur inkumben Muhammad Zainul Majdi. Sitti diduetkan dengan politikus Partai Keadilan Sejahtera, Zulkiflimansyah. Duet ini didukung koalisi PKS, Demokrat, dan Gerindra.
![]()
Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief (kedua kanan) menerima berkas pasangan perseorangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Ichsan Yasin Limpo (kiri) dan Andi Mudzakkar (kedua kiri) di Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
Ada juga nama Ichsan Yasin Limpo yang maju lewat jalur independen sebagai bakal cagub di Pilkada Sulawesi Selatan. Ichsan adalah adik gubernur petahana dua periode, Syahrul Yasin Limpo.
Saat dikonfirmasi, Ichsan Yasin Limpo mengaku tak menutup mata terkait sebutan politik dinasti. Ia sadar, tekadnya maju ke pilgub pasti akan dikaitkan dengan dinasti Yasin Limpo. Ichsan meminta agar tak mempersepsikan dirinya sebagai politik dinasti di Sulsel.
“Saya sadari, maju di pilgub pasti dikaitkan dinasti politik, karena saya adik Syahrul. (Tapi) Saya punya modal, niat, dan rekam jejak, saya juga tidak bisa memesan pada Allah untuk bisa bersaudara dengan Syahrul,” kata Icshan saat dikonfirmasi, Kamis, 18 Januari 2018.
Di wilayah timur Indonesia, yakni Maluku Utara, ada Muhammad Kasuba yang dicalonkan sebagai gubernur. Kasuba diduetkan dengan Madjid Husen. Kasuba masih terkait dengan gubernur petahana Abdul Ghani Kasuba yang punya hubungan adik kakak.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, mengatakan, politik dinasti seperti cara memonopoli kekuasaan, dan menghilangkan kompetisi. Cara ini, menurut dia, dinilai bisa berpotensi memunculkan kolusi, korupsi, nepotisme.
"Kekuasaan politik diberikan bukan berdasarkan kapasitas dan kompetensi. Namun pada kedekatan ikatan kekeluargaan tertentu," tutur Adi kepada VIVA, Kamis, 18 Januari 2018.
Jalur Pragmatis Politik
Partai politik menjadi sorotan dengan menjamurnya politik dinasti. Parpol dianggap gagal dalam kaderisasi, sehingga memunculkan kekuasaan kepentingan melalui jalur pragmatis. Upaya ini yang makin memundurkan demokrasi sejak era Reformasi.