SOROT 484

Pilkada Rasa Keluarga

Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin (kir)-Giri Ramandha Kiemas (kanan) berpidato di hadapan para pendukungnya saat deklarasi di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Sumatera Selatan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

"Karena tak semua juga kekerabatan layak didukung, jadi kami pertimbangannya mencoba seobjektif mungkin," tuturnya.

img_title Polemik Pilkada 2024: Diwarnai Calon Tunggal, Mantan Napi, hingga Politik Dinasti

Jauh Panggang dari Api

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belum ada bukti prestasi yang bisa dilihat dari hasil politik dinasti. Ada anggapan politik dinasti hanya terkesan bagus, namun faktanya tak bisa dibanggakan.

img_title Survei LPI di Cagub Kaltim: 50,3% Masyarakat Menolak Memilih Dinasti Politik

Beberapa program yang diusung kepala daerah politik dinasti biasanya lebih memprioritaskan infrastruktur. Program ini punya kesan untuk pencitraan positif.

"Kalau dinasti politik itu susah. Terkesannya berhasil, biasanya menutupi dengan infrastruktur. Padahal dalamnya, aslinya, susah," kata Hendri Satrio.

img_title Menurut Penelitian, Wilayah yang Dikuasai Dinasti Politik Identik dengan Kemiskinan

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan, contoh 'keberhasilan' politik dinasti dilakukan keluarga Ratu Atut Chosiyah. Politik dinasti ala keluarga Atut ini dinilai sukses mengacu seberapa banyak menang di pilkada.

"Maka dinasti politik Ratu Atut di Bantenlah yang paling sukses dan stabil," kata Adi.

Dari pengamatannya, Banten merupakan provinsi yang paling banyak melahirkan dinasti politik. Secara fenomenal, trah Ratu Atut sudah sejak lama berkuasa di tanah jawara. Meski Atut ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kekuatan dinasti politiknya cukup terasa. 

Dia mencontohkan, di Pilkada 2017, putra Atut, Andika Hazrumy yang diusung menjadi bakal cawagub dari Wahidin Halim, mampu menjungkalkan petahana Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Sementara itu, di Pilkada 2015, adik Atut yakni Ratu Chasanah sukses menang di Pilkada Kabupaten Serang. 

"Begitupun dengan ipar Atut yang menang di Pilkada Tangsel 2015 lalu," ujar Adi.

Meski berhasil dalam pemenangan pilkada, sisi positif politik dinasti dinilai sulit terlihat. Ia mencontohkan kembali Banten. Secara politik, provinsi tanah jawara ini paling fenomenal. 

"Hampir semua kepala daerah yang lahir dari dinasti politik kinerjanya jauh panggang dari api," tutur Adi.

Ratu Atut Chosiyah

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sidang perdana terdakwa kasus dugaan suap penanganan sengketa pilkada Kabupaten Lebak di MK, Ratu Atut Chosiyah, di Pengadilan Tipikor. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Di luar trah Atut, ada politik dinasti kecil lain yang sudah bermunculan. Adi menganalisis dinasti Ismet Iskandar di Kabupaten Tangerang. Anak Ismet, Zaki berpeluang menang di Pilkada 2018 karena hanya melawan kotak kosong. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut