Harga Motor di Indonesia Masih Masuk Akal

Thomas Wijaya Direktur Pemasaran Astra Honda Motor
Thomas Wijaya Direktur Pemasaran Astra Honda Motor
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

VIVA – Populasi sepeda motor tumbuh subur di Nusantara. Data menunjukkan populasi kendaraan roda dua di Indonesia, mencapai lebih dari 75 persen dari total jumlah kendaraan di Tanah Air yang berjumlah 111 juta unit.

Jika mengacu statistik penjualan, memang berbanding lurus. Mengingat, tiap tahun pemasaran sepeda motor di Indonesia lebih banyak, enam kali lipat ketimbang mobil.

Populasi semakin membengkak, karena mudahnya masyarakat memiliki motor dengan berbagai program kemudahan yang ditawarkan pabrikan maupun perusahaan pembiayaan.

Besarnya populasi motor di Indonesia sebagian besar disumbang merek berlogo ‘sayap mengepak’ Honda. Karirnya terbilang moncer di seluruh penjuru nusantara. Saking diterimanya, bahkan pabrikan asal Jepang ini mendarah daging di masyarakat.

Sampai-sampai, ada sebagian warga di daerah yang kental menyebut sepeda motor dengan sebutan Honda.

Baru-baru ini, VIVA berkesempatan mewawancarai Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor, Thomas Wijaya, untuk mengetahui bagaimana merek tersebut bisa sangat diterima hingga, bahkan mendarah daging bagi masyarakat Tanah Air. Termasuk, mengetahui apa saja strategi yang dipersiapkan untuk menatap bisnisnya ke depan.

Poin utama yang disampaikan adalah kemampuan Honda menghadirkan produk ideal, baik menjawab kebutuhan desain, fitur, hingga aftersales sampai kemudian banyak orang percaya dengan merek tersebut.

Jebolan divisi penjualan Daihatsu itu juga sempat menyinggung seputar dampak dari ‘meledaknya’ sepeda motor di Indonesia. Di mana, angka kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor memang cukup besar.

Tak ketinggalan, bicara seputar harga motor di RI yang dianggap masih rasional dan rencana ke depan Honda yang terus berupaya menghadirkan produk dengan teknologi berkelas termasuk kesiapan menghadapi era motor listrik. Seperti apa? Berikut petikannya:

Bagaimana bisnis penjualan motor Honda di Indonesia?

Kalau kita lihat tentunya pasar sepeda motor selama tiga tahun terakhir memang mengalami kontraksi turun, tapi tahun ini kita melihat bisa ada kenaikan hingga lima persen.

Halaman Selanjutnya
img_title