Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat

'Keraton Abal-abal Mengganggu dan Merusak Tatanan'

Ketua Umum FSKN, Sultan Sepuh XIV Cirebon, PRA.Arief Natadiningrat
Sumber :
  • Dok. Pribadi

Apa harapan Anda kepada pemerintah agar kerajaan dan keraton tidak hanya menjadi 'museum' saja?

img_title Dudung Tegaskan Pemerintah Hormati Kritik, tapi Ingatkan Peserta Demo soal Ini

Pertama dilindungi. Kedua harus diperhatikan dan keraton-keraton yang ada harus dikerjasamakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenapa?

img_title Pemerintah Siapkan 2.882 Kuota Mudik Gratis ke 10 Kota Sambut Nataru, Cek Daftarnya!

Karena keraton-keraton yang ada saat ini harusnya bisa jadi potensi pariwisata nasional. Karena kita tahu wisatawan yang masuk ke Indonesia saat ini 60 persen itu adalah wisatawan budaya. Ini juga bisa menjadi potensi budaya, bisa menjadi potensi pendidikan, dan potensi sosial.

Keraton dan berdirinya republik...

img_title Antisipasi Puncak Arus Mudik Nataru, Pemerintah Siapkan Kebijakan WFA 3 Hari

Bagaimana sebenarnya peran kerajaan-kerajaan di Nusantara ini dalam berdirinya republik ini?

Sebelum republik ini lahir sudah ada keraton-keraton di beberapa wilayah Nusantara. Ada beberapa peran dari keraton-keraton dalam melahirkan republik. Pertama, perjuangan secara diplomatis yang dilakukan oleh para raja atau sultan.

Maksudnya?

Perjuangan secara diplomatis ini dilakukan bagaimana keraton-keraton yang ada berperan dalam melindungi para pejuang kemerdekaan Indonesia. Jadi ketika itu para pejuang banyak yang berada di belakang keraton, mereka bergerilya dilindungi oleh keraton, dan para raja atau sultan dari keraton-keraton inilah yang melakukan hubungan diplomasi dengan para penjajah ketika itu agar mereka tidak ketahuan dan mendapatkan perlindungan oleh keraton. Diplomasi juga ditujukan agar bagaimana penjajah mengembalikan bangsa ini.

 Grebeg Maulud Keraton YogyakartaKeraton Yogyakarta

Selain itu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua, perlawanan secara frontal juga dilakukan oleh keraton-keraton yang ada di Nusantara. Misalnya Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, Sultan Sepuh V Matangaji Cirebon juga melakukan perlawanan secara frontal kepada Belanda, sampai Belanda menyebutnya sebagai Sultan Gila karena melawan Belanda ketika itu. Kemudian juga ada Sultan Hasanuddin di Makassar, Pangeran Antasari di Kalimantan, Pangeran Diponegoro di Jawa. Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh keraton yang ikut serta dalam melakukan perlawanan secara fisik terhadap penjajah ketika itu.

Ketiga, membantu dengan memberikan harta dan kekayaan kepada negara ini. Dulu kan Indonesia belum punya uang, belum punya dana, belum punya apa-apa. Nah, keraton-keraton inilah yang memberikan harta kekayaannya kepada pemerintah ketika itu di masa awal-awal berdirinya republik Indonesia. Keempat, men-support para pejuang seperti tentara pelajar, tentara rakyat dengan cara membuat dapur umum, logistik, dan lain sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut