Presiden Jokowi Ungkap Harga Pertalite, Bisa Bikin Rakyat Demo

Pertalite
Pertalite
Sumber :
  • ANTARA/M Agung Rajasa

VIVA Otomotif – Sentimen negatif terkait kenaikan harga dan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) seperti Pertalite di Indonesia, membuat Presiden Joko Widodo angkat bicara, apalagi kondisi ekonomi dunia pada saat ini berada dalam kondisi yang sulit. 

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa, sejumlah negara tengah dilanda inflasi yang tinggi yang mengakibatkan bahan bakar minyak dan sejumlah bahan pokok naik drastis. Nah, di Indonesia beberapa hari lalu juga ikut mengalami kenaikan harga BBM, tapi Pertalite atau jenis BBM lain yang masih disubsidi negara, tidak mengalami kenaikan.

Tapi negara harus mengeluarkan biaya lebih dari Rp 500 triliun, agar harga BBM seperti Pertalite tidak mengalami kenaikan. Makanya Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa, harga Pertalite yang saat ini dijual Rp 7.650 per liter bukanlah harga keekonomian saat ini, harga murni bensin Pertalite adalah Rp 17.100 per liter.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Jokowi, saat memberikan sambutan dalam Silatnas dan Ultah ke 19 Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

Awalnya, Jokowi menceritakan bagaimana kondisi Amerika Serikat (AS) saat ini. Negara tersebut diterpa kenaikan harga barang karena inflasi yang melonjak. Harga bensin di negara tersebut, bahkan kini sudah naik hingga dua kali lipat.

"Coba di negara kita bayangkan Pertalite naik dari Rp 7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang benar Rp 17.100. Demonya berapa bulan?," ungkap Jokowi dikutip VIVA Otomotif, Selasa 9 Agustus 2022.

Presiden Jokowi kemudian teringat dengan keputusan pemerintah, yang kala itu menaikkam harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 10%.  Pada saat itu, ada aksi penolakan besar-besaran dari masyarakat selama lebih dari tiga bulan lamanya.

"Naik 10% saja demonya saya ingat, demonya tiga bulan. Kalau naik sampai 100% lebih, demonya akan berapa bulan?," kata Presiden Jokowi.

Pemerintah, lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan, berusaha mengendalikan agar harga BBM tidak mengalami ikut terdampak dari kenaikan harga minyak.  Karena kalau harga BBM naik, Presiden Jokowi tak ingin imbas dari kenaikan harga bensin, ikut mengerek harga barang konsumsi lainnya.

"Begitu harga bensin naik, harga barang otomatis melompat bersama. Oleh sebab itu, pemerintah mengeluarkan anggaran subsidi yang tidak kecil Rp 502 triliun yang tidak ada negara yang berani memberikan subsidi sebesar yang dilakukan Indonesia," pungkas Presiden Jokowi.