Efek Buruk Mobil Matik Injak Rem dengan Kaki Kiri

Ilustrasi belajar mengemudi.
Sumber :
  • Metro.co.uk

VIVA.co.id – Mobil matik belakangan terus menjamur populasinya. Mobil jenis ini umumnya diminati di wilayah perkotaan yang lebih sering menghadapi kemacetan.

Mengenal Forged Piston, Teknologi Unggulan Yamaha Adopsi dari MotoGP

Mengendarai mobil matik terbilang mudah, hanya tinggal menginjak rem atau gas tanpa perlu memainkan pedal kopling. Alasan itu pun membuat banyak orang menjatuhkan pilihannya pada mobil matik. Pengemudi mobil matik pun banyak yang menggunakan kedua kakinya untuk menginjak gas dan rem, dengan kaki kanan di pedal gas dan kaki kiri pada rem.

Dilansir situs resmi Toyota, Senin, 3 Oktober 2016, ternyata posisi tersebut justru keliru dan berbahaya. Alasannya mengerem menggunakan kaki kiri nyaris mustahil. Karena, yang bisa melakukan pengereman dengan kaki kiri hanyalah pebalap profesional lantaran mereka memang diajari untuk mengerem dengan kaki kiri.

Pengguna Mobil yang Terjebak Macet di Puncak Wajib Periksa Ini

Tak hanya salah posisi saja, hal itu juga bisa membuat komponen girboks lama-lama bakal rusak. Biasanya, hal ini dipicu karena pengemudi berpikir itu kopling. Jadi, pengemudi menginjak rem kemudian dilepas pelan-pelan ketika pedal gas diinjak. Jika sering lupa seperti itu, girboks mobil bisa jebol.

Transmisi otomatis 9 percepatan yang digunakan Honda CR-V 2015

Jasa Stiker Bodi Mobil dan Motor Kini Tak Cuma di Pulau Jawa

Gaya mengemudi yang seperti itu akan menimbulkan berbagai masalah pada mobil. Jika mobil sudah menerapkan brake overrated, mesin akan sering mati bila sering salah injak rem jadi kopling. Lalu, lampu rem akan disconect setelah menyala tiga detik. Jika hal ini terjadi, rem mati dan gas akan bertambah. Hal itu tentu saja sangat berbahaya ketika terjadi di jalan penuh tikungan atau di ruas jalan yang berbahaya.

Mobil matik tidak bisa menggunakan engine brake. Engine brake adalah salah satu teknik pengereman mobil yang menggunakan mesin dengan mengurangi gigi persneling mobil sebagai bantuannya. Bila ada jalan turunan, maka hal yang bisa dilakukan yaitu dengan menginjak pedal rem. Itu juga akan menjadi risiko bila terjadi masalah pada mobil matik.

Maka itu, sebaiknya Anda tetap waspada dan berhati-hati meski mengemudikan mobil matik dianggap banyak orang mudah untuk dikendarai, karena hanya memainkan gas dan rem.

Ilustrasi orang tua dan anak di mobil

Catatan Buat Orang Tua, 4 Bahaya Meninggalkan Anak di Dalam Mobil

Agar tidak dibuat repot anak, ada beberapa orang tua yang terpaksa meninggalkan anaknya di dalam mobil saat mengujungi suatu tempat, meski dianggap sebentar.

img_title
VIVA.co.id
9 Maret 2022