Ketahui Praktik Culas Bengkel Jok Mobil

Jok mobil.
Sumber :
  • viva.co.id/Dian Tami

VIVA.co.id – Bagi pemilik mobil yang tidak menyukai pelapis jok bawaan pabrik, mereka bisa menggantinya dengan bahan lain yang lebih berkualitas. Pelapis jok aftermarket yang dipasarkan bisa dipilih sesuai dengan model dan dana yang dimiliki.

Mobil Gak Ada yang Berani Menyalip, dan Kendaraan Rp31 Triliun

Karena peminatnya yang begitu banyak, tidak heran apabila muncul produk palsu. Umumnya, produk palsu ditawarkan dengan harga yang lebih murah, namun tentu kualitasnya jauh lebih rendah.

Web Developmentt Manager PT Polystar International selaku produsen kulit sintetis MBtech, Edi Pamungkas menyatakan, ia sendiri cukup kesulitan membedakan kulit jok sintetis miliknya dengan yang palsu. Sebab, bentuk dan teksturnya tidak jauh berbeda. 

Industri Otomotif Kembali Mendapat Cobaan

"Sampai sekarang, saya juga belum bisa membedakan. Kalau masuk di bahan, susah membedakannya, soalnya cukup mirip. Kadang kalau terlalu halus dan mengilap, susah juga," katanya di Jakarta Pusat, Kamis 9 Maret 2017. 

Bahkan, Edi mengungkapkan, terkadang ada oknum penjual culas yang sengaja mencampur bahan MBtech dengan versi palsu.

Ford Bikin Jok Mobil Canggih untuk Kaum Rebahan

"Jeleknya biasanya dicampur, depan MBtech tapi belakang tidak. Akhirnya, berubah warna. karena kualitas beda dan bahan beda. Saya sering temukan itu," ujarnya. 

Cara satu-satunya yang bisa dilakukan konsumen adalah dengan melihat logo di balik pelapis tersebut. Cara lainnya yakni dengan merasakan ketebalan bahannya.

"Kalau MBtech yang asli, itu ada cap di belakangnya. Kedua, bahan lebih tebal dari yang palsu. Kualitasnya beda, punya kami itu pasti tahan lama," tuturnya. 

Selain itu, sambung Edi, yang harus diperhatikan yaitu toko yang menjual dan mereparasi jok mobil. Usahakan yang sudah terpercaya dan aman dari ancaman jok kulit palsu. 

Membersihkan jok mobil.

Cara Mudah Membersihkan Jok Mobil dengan Produk Rumahan

Apabila tidak segera dibersihkan, jok mobil yang kotor akan jadi sarang kuman dan debu sehingga menimbulkan penyakit.

img_title
VIVA.co.id
7 Maret 2022