Penjualan Lesu, Yamaha Pangkas Jam Lembur Pekerjanya

Sumber :
  • edorusyanto

VIVA.co.id - Penjualan kendaraan roda dua mengalami masa suram tahun ini. Terlebih dengan lesunya perekonomian nasional dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Asisstant General Manager (GM) Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Mohammad Masykur, mengatakan, pabrikan berlogo garpu tala itu terkena imbas cukup besar akibat kondisi ini.

Demand (permintaan) masyarakat terhadap motor mengalami penurunan 25 sampai 30 persen. Kita selalu berharap ekonomi membaik, sehingga demand kembali normal atau lebih baik lagi,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Selasa 29 September 2015.

[Baca juga: ]

Berbagai kebijakan pun ditempuh sebagai bentuk efisiensi perusahaan. Di antaranya pengurangan jam lembur. Namun demikian, jalur pemutusan hubungan kerja (PHK) tak dilakukan hingga kini.

“Kita (aktivitas) masih normal, tidak ada PHK yang dilakukan oleh perusahaan. Semuanya masih berjalan seperti biasa, walaupun ada pemangkasan jam lembur,” tambahnya.

[Baca juga: ]

Untuk mensiasati hal tersebut, perusahaan otomotif asal Jepang ini mengaku memiliki strategi khusus yang telah dipersiapkan sejak awal.

“Adanya produk baru, lalu trade in (tukar tambah motor bekas) adalah salah satu strategi kita. Hanya saja setiap wilayah pasti memiliki promo berbeda lainnya, tergantung kreatifitas setiap wilayah,” katanya. (one)