Masalah Sepele yang Bikin Mobil Boros Bensin

Ilustrasi. Mengemudi.
Sumber :
  • kusukkasak.com

VIVA.co.id – Kendaraan dengan konsumsi bahan bakar irit terus diminati banyak masyarakat di Tanah Air. Selain lebih ramah terhadap lingkungan, kendaraan irit BBM juga lebih aman ‘menjaga’ kantong pemiliknya.

img_title 5 Hal Perawatan Mobil yang Bisa Dilakukan di Rumah Kurang dari 10 Menit

Namun demikian, ada sejumlah faktor yang berkontribusi membuat irit kendaraan, salah satunya adalah kondisi ban. Ya, meski terdengar sepele, namun tekanan angin turut berpengaruh pada konsumsi bahan bakar kendaraan. Semakin kempis, mobil akan semakin boros, karena beban akan semakin bertambah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Sugihendi, Trainer Nissan College NMI, tekanan ban cukup vital jika ingin konsumsi bahan bakar tetap efisien. Kata dia, ban itu sebagai penopang utama mobil saat melaju. Maka itu, setiap pabrikan kemudian memberikan anjuran yang tertera pada buku manual serta sticker yang ditempel pada bodi kendaraan.

img_title Tren Baru! Mobil Modern Kini Lebih Suka Tampilan Tanpa Chrome, Ini Alasannya

"Kalau ban kempis, diameter ban mengecil. Maka bodi mobil turun, karena dia kempis, over all diameter mengecil dan tapaknya lebih besar. Ini menambah beban muat mesin, yang berakibat BBM lebih boros," ujar Sugihendi saat berbincang dengan VIVA.co.id.

Lantas, jika sebaliknya, apabila tekanan angin makin tinggi, akankah makin membuat irit BBM? Kata Sugihendi, logikanya semakin bundar ban, mobil akan mudah melaju. Tapi, menurutnya itu salah, karena tekanan angin terlalu tinggi juga tak bagus.

img_title Jangan Tunggu Rusak! Ini Ciri-ciri Mesin Mobil Butuh Perawatan Segera

"Tekanannya dia (ban) dinaikkan mengembang, akhirnya tidak sesuai lagi. Makanya tekanan ban harus pas, buka pintu kanan depan pasti ada sticker tekanan ban sesuai aturan."

Lantas, lebih bahaya mana, berkendara dengan kurang atau kelebihan tekanan angin pada ban? Menurut salah seorang Senior Tester ban terkemuka di Tanah Air, Akhir Anarkhimurni, kekurangan tekanan angin pada ban akan lebih berbahaya dibandingkan dengan kelebihan tekanan ban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Lebih baik berkendara dengan tekanan ban berlebih. Karena, kalau tekanan angin kurang, ban memiliki kemungkinan untuk lepas. Jadi, sangat berbahaya," ungkapnya.

Meski demikian, Akhir meminta kepada para pengemudi kendaraan untuk selalu memantau tekanan ban, untuk mencegah hal-hal yang mungkin timbul akibat tekanan angin ban berlebih, atau kurang. (ase)

Sabun colek untuk bersihkan ban mobil

5 Kebiasaan Merawat Mobil yang Diam-Diam Bikin Rusak

Merawat mobil memang penting untuk menjaga performa dan usia pakai kendaraan tetap optimal. Namun tidak semua kebiasaan yang dianggap sebagai bentuk perawatan.

img_title
VIVA.co.id
19 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut