Gerhana Bulan Langka, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Gerhana Bulan
Sumber :
  • Pixabay

Peneliti NASA akan meneliti perubahan temperatur dari berbagai sisi permukaan bulan. Termasuk meneliti bagian bulan yang diselimuti debu sepanjang 60 km, atau area yang dikenal dengan sebutan Reiner Gamma. 

img_title Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Ini Waktu Melaksanakannya!

Seperti halnya bumi, bulan juga mengalami pergantian temperatur dari panas ke dingin secara teratur tergantung sisi mana yang terkena sinar matahari. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peneliti NASA telah meneliti mengenai hal ini sebelumnya dan menurut mereka informasi tersebut bisa membuktikan banyaknya bagian regolith atau wilayah berdebu pada bulan. Perubahan temperatur pada Gerhana Bulan bisa mengungkapkan karakteristik tentang material yang ada di regolith. 

img_title Durasi Gerhana Bulan Total 3 Maret di Indonesia: 5 Jam 41 Menit

"Saat mengobservasi menggunakan kamera termal pada gerhana bulan, karakter bulan berubah. Di bagian gelap, banyak kawah dan fitur lainnya tidak bisa terlihat dan normalnya beberapa area tak terdeskripsi mulai bersinar karena bagian tersebut masih hangat," ujar peneliti dari Laboratorium Atmosfer dan Ilmu Luar Angkasa di Universitas Colorado Boulder Amerika Serikat, Paul Hayne. 

Peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto menuturkan, penurunan suhu permukaan bulan saat Gerhana Bulan Total nanti bisa dimanfaatkan peneliti untuk memetakan muka atau wajah bulan. 

img_title Gerhana Bulan Total 3 Maret, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Khusuf

"Penurunan suhu muka bulan saat gerhana yang berlangsung sejam, tidak terlalu ekstrem. Mungkin temperatur muka bulan hanya turun belasan derajat celsius, bergantung pada karakter tanahnya," jelas Rhorom kepada VIVA, Selasa 30 Januari 2018. 

Sebagai perbandingan, dia menuturkan, saat kondisi normal, temperatur permukaan bulan saat siang 100 derajat celsius dan pada malam hari -173 derajat celsius. Untuk siang dan malam di bulan berganti setiap 27,3 hari. 

Perubahan suhu pada muka bulan itu bisa dimanfaatkan untuk penelitian permukaan satelit bumi tersebut, misalnya meneliti detail wajah bulan. 

"Laju perubahan temperatur memang berkaitan dengan kapasitas kalori suatu material. Maka pengukuran temperatur dapat digunakan untuk karakterisasi muka bulan," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kajian perubahan temperatur di permukaan bulan nantinya bakal berharga saat manusia sudah mampu berkoloni di bulan. Dengan data perubahan suhu tersebut, menjadi bekal bagi koloni.

Bahkan, gerhana bulan akhir Januari ini, menurut profesor astrofisika dan Associate Director of Jodrell Bank Centre for Astrophysics, University of Manchester Inggris, Tim O'Brian potensial untuk jalan menemukan planet luar Tata Surya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut