Gerhana Bulan Langka, Ini Dampaknya bagi Indonesia

Gerhana Bulan
Sumber :
  • Pixabay

Gerhana langka ini tak hanya menarik perhatian kalangan pemerintahan, kalangan astronom amatir di Semarang juga menggelar pengamatan gerhana bulan akhir Januari ini. Bahkan disediakan 4-5 teleskop gratis untuk menarik antusias publik.

img_title Fakta-fakta Sains yang akan Mengejutkan Warga Bumi

Gerhana tersebut juga dimanfaatkan untuk menggenjot pengunjung di titik wisata. Di Pantai Ancol Jakarta, Kepulauan Seribu, Museum Fatahillah, Setu Babakan Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah dan Pantai Losari, Makassar juga digelar pengamatan gerhana. Semua pengamatan ini terbuka untuk publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Asyik untuk ditonton dan disaksikan, fenomena gerhana bulan ini di sisi lain memunculkan kewaspadaan, terutama di lingkungan perairan laut dan sekitar pantai. 

img_title 2 Gerhana di Ramadhan 2024 Tanda Datangnya Imam Mahdi? Ini Kata Buya Yahya

Fenomena gerhana bakal berpengaruh pada pasang air laut. Sebagaimana diketahui, siklus bulan saat purnama atau bulan baru berpengaruh pada dinamika pasang air laut. Hal ini disebabkan tarikan gravitasi antara bumi dan bulan. Semakin dekat jarak bulan dan bumi, maka semakin kuat tarikan gravitasinya.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menuturkan, purnama dan bulan baru memang menyebabkan pasang maksimum air laut. Sebab saat purnama, gravitasi bulan diperkuat matahari. 

img_title Deretan Fenomena Bulan Purnama Tahun Ini

Dia menjelaskan pada saat gerhana, efek gravitasi bulan bertambah lantaran matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis. 

"Untuk 31 Januari efeknya lebih kuat lagi, karena selain gerhana, bulan juga pada posisi terdekat (Supermoon)," jelas Thomas kepada VIVA, Kamis malam 25 Januari 2018. 

BMKG meminta waspada fenomena pasang air laut maksimum untuk daerah pesisir. 

Kepala Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Ikhsan mengatakan, ketinggian pasang air laut maksimum 1,4 meter di Makassar, dampak gerhana tersebut. Di Jakarta Utara, BMKG memperkirakan pasang surut air laut kurang lebih 80 cm, lebih rendah dari dampak Supermoon 2-4 Januari 2018, yang mana pasang air laut maksimum di Jakarta Utara sekitar 90 cm. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Soal pasang maksimum, BMKG memperkirakan, kemungkinan air laut pasang yang tertinggi terjadi di daerah Cilacap dengan pasang setinggi 160-170 cm. 

"Umumnya di pesisir selatan Jawa pasang naik lebih tinggi karena berhadapan dengan samudera luas. Demikian juga untuk daerah di sekitar Selat Karimata yang memiliki dasar laut lebih dalam dari pesisir Jawa. Umumnya pasang surutnya lebih tinggi," jelas Peneliti Cuaca dan Iklim Maritim BMKG, Siswanto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut