Gerhana Bulan Langka, Ini Dampaknya bagi Indonesia
- Pixabay
Rahmat menegaskan, fenomena gerhana bulan ini sama sekali tidak berkaitan dengan fenomena gempa. Penjelasan ini menepis hoax yang banyak beredar di masyarakat bahwa gerhana bulan dikaitkan dengan gempa besar. Dia menuturkan, gerhana bulan 31 Januari sama sekali tak ada hubungannya dengan gempa. Untuk itulah pengamatan sekaligus tanya jawab yang diselenggarakan di Jam Gadang, bisa mengikis informasi tak valid tersebut.
Kala ilmu pengetahun belum sejamak saat ini, masyarakat kental dengan aroma mistis dalam menanggapi fenomena alam seperti gerhana bulan.Â
Bisa dilihat, beredarnya mitos soal gerhana bulan dalam berbagai tradisi dan ironisnya masyarakat masa kini. Dikutip dari Time, misalnya pada gerhana ‘bulan merah darah’ 15 April 2014, diidentikkan dengan penderitaan.Â
Nuansa ‘cocokologi’ sangat kental, ahli astrologi, Susan Miller mengatakan, istilah bulan merah darah pada 15 April 2014 dikaitkan dengan aksi kelompok militan Boko Haram menculik 276 belajar perempuan di Nigeria. Tanggal terjadinya gerhana bulan merah 4 tahun lalu itu juga dikaitkan dengan kecelakaan kapal feri Korea Selatan yang menewaskan 300 orang.
Ada juga kelompok keyakinan tertentu yang menanggapi gerhana bulan ‘merah darah’ akhir September 2015, sebagai tanda kiamat. Dilansir dari Telegraph, kelompok aliran minoritas di Amerika sebagai sebuah pertanda buruk. Mereka menyebutnya sebagai akhir dunia. Keyakinan itu untuk menanggapi terjadinya gerhana bulan keempat kali berturut-turut dalam jeda enam bulan, atau disebut gerhana tetrad.
![]()
Wajah Bulan sampai Planet Alien
Berbanding terbalik dengan masyarakat tanpa ilmu pengetahuan, ilmuwan merespons gerhana langka dengan penuh rasa penasaran dan keingintahuan.Â
Fenomena itu juga bisa menjadi bahan kajian lebih lanjut bagi para peneliti. Mereka memiliki peluang untuk menemukan beberapa karakteristik misterius dari debu di bulan. Fenomena ini bisa menjadi mengungkapkan seberapa keropos dan halusnya permukaan satelit bumi tersebut.
Pada Gerhana Bulan Total, saat dan setelah bulan tertutupi sinar matahari, daratan di bumi akan berubah menjadi dingin. Perubahan temperatur ini juga akan terjadi pada bulan.Â
"Saat Gerhana Bulan, temperatur akan berubah sangat drastis seperti bulan yang keluar dari oven dan berubah menjadi dingin hanya beberapa jam kemudian," ujar Deputi Proyek Ilmuwan Peninjauan Orbit Gerhana (LRO) NASA, Noah Petro dilansir dari Space, Minggu 28 Januari 2018.Â