Gerhana Bulan Langka, Ini Dampaknya bagi Indonesia
- Pixabay
Dalam tulisannya di laman The Conversation, O'Brian menuliskan bumi yang menghalangi sinar matahari ke bulan bisa membuat peneliti menemukan planet lain luar Tata Surya atau planet alien.Â
Bumi, menurutnya, bisa menggantikan peran transit planet luar Tata Surya yang mengorbit bintang induknya.Â
Dalam beberapa tahun terakhir ini, penemuan planet luar Tata Surya yang mengorbit bintang induk bisa dipelajari saat planet luar Tata Surya melewati wajah induknya. Pada momen ini, sebagian kecil cahaya bintang yang dikumpulkan akan melewati atmosfer planet yang mengorbit. Dengan pengukuran cahaya yang dipecah oleh panjang gelombang, selama masa transit itu, akan menentukan komposisi atmosfer planet.Â
Momen ini juga bisa membuat peneliti atau astronom bisa menentukan komposisi penunjang kehidupan misalnya oksigen, metana sampai ozon, bahan yang memberikan peluang adanya kehidupan di luar bumi.Â
"Gerhana bulan adalah kesempatan sempurna mempelajari detail efek yang sama dekat dengan sinar matahari yang dipantulkan kembali dari bulan, saat gerhana melewati atmosfer bumi. Ini berarti bumi menggantikan transit planet luar Tata Surya," jelas O'Brian.Â
Menarik lagi, katanya, dengan adanya teleskop canggih yang sedang dipersiapkan yakni Teleskop James Webb Space dan Teleskop European Extremely Large, maka astronom punya potensi lebih mempelajari atmosfer planet mirip bumi. (ren)