Menakar Tren Gaun Pernikahan
- ANTARA FOTO/R. Rekotomo
VIVA – Masih bersemayam dalam ingatan acara resepsi pernikahan putri Joko Widodo, Kahiyang Ayu yang dihelat pada 8 November 2017 di Solo, Jawa Tengah. Pesta pernikahan paling akbar, namun tak terlalu mewah bagi putri seorang pemimpin negeri.
Pesta pernikahan yang kental dengan budaya Jawa itu menjadi pesta rakyat, karena tak cuma kalangan pejabat, tapi rakyat jelata ikut merayakan dengan semangat.
Resepsi berikutnya di Medan pun tetap bernuansa tradisional, dengan adat Batak Mandailing atau Tapanuli Selatan yang kental. Gelaran dua pesta yang meriah namun ramah.
Tak cuma pesta pernikahan Kahiyang-Bobby yang menggunakan acara adat, sejumlah selebriti seperti pasangan Raisa dan Hamish Daud pun menggelar resepsi pernikahan adat Sunda pada tahun lalu. Atau Vicky Shu yang menghelat pernikahan dengan latar belakang Candi Borobudur yang sarat budaya Jawa.
Tema tradisional diminati
Berharap hanya sekali mengikat janji suci setia sampai napas berhenti, banyak calon pengantin yang ingin menggelar pernikahan sesuai keinginan. Karena itu, tak jarang yang menggelarnya secara mewah, baik dengan tema tradisional maupun internasional atau kombinasi keduanya.
Namun, tema tradisional masih banyak diminati lantaran calon pengantin ingin menonjolkan adat istiadat mereka. Dengan jumlah 1.340 suku bangsa di Indonesia menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, hal itu jamak terjadi.
Dan demi membantu calon pengantin, banyak wedding organization atau jasa penyelenggara persiapan pernikahan menggelar pameran pernikahan tiap tahunnya. Dan beberapa menghadirkan pameran pernikahan dengan tema tradisional.
Misalnya, awal pertengahan Januari lalu, venue provider Balai Kartini Exhibition & Convention Center telah menyelenggarakan Wedding Carnaval. Pameran skala besar tersebut menghadirkan puluhan tenant, mulai catering, dekorasi, fotografer dan busana pengantin.
Selain itu, deretan desainer gaun dan kebaya pengantin turut memeriahkan acara tersebut.
Dan pameran pernikahan lainnya yang segera menyusul digelar adalah Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI). Pameran pernikahan ini akan berlangsung di Kartika Expo, Balai Kartini pada 16-18 Februari mendatang dengan menghadirkan 150 vendor pernikahan. Gelaran kali ini mengangkat budaya Indonesia Timur, khususnya Gorontalo.