Menakar Tren Gaun Pernikahan
- ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Arief Rachman, direktur Parakrama Organizer mengatakan bahwa alasannya mengangkat budaya Gorontalo demi menambah referensi bagi masyarakat. Sebab, pernikahan dengan tema tradisional banyak didominasi budaya adat Jawa, Sunda, dan Sumatera.
"Jadi ini juga tanggung jawab kami untuk memberikan informasi dan eksplorasi guna melestarikan budaya tradisional kita," katanya.
Kepada VIVA, Kamis, 1 Februari 2018, dia menjelaskan alasan GPI mengusung tema tradisional. Itu lantaran tema tersebut sudah dipilih sejak awal GPI digelar pada 2006 sebagai perjuangan untuk mengangkat tradisi Indonesia di negeri sendiri.
Karena itu, pihaknya menggaet sejumlah desainer busana pengantin tradisional, seperti Fitri Liza dari Sanggar Liza yang akan menampilkan busana pengantin Gorontalo. Selain itu, ada Renzi Lazuardi dan Dimas Singgih yang fokus pada koleksi kebaya.
"Kami ingin budaya pernikahan Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini perjuangan vendor juga, perias itu ada, mereka sama-sama koordinasi dengan kami dan berharap budaya pernikahan Indonesia harus jadi tuan rumah di negeri sendiri," tuturnya.
Jika PGI menghadirkan tema adat, Jakarta Wedding Festival yang menggelar Jakarta Wedding & Honeymoon Festival (JWHF) 2018 pada 23-24 Februari 2018 di dua hotel bintang lima, The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan dan JW Marriott Hotel Jakarta, ini mengangkat tema internasional. Meski begitu, dari 100 vendor pernikahan yang meramaikan pameran pernikahan tersebut, ada beberapa vendor yang menghadirkan tema tradisional.
JWHF 2018 pun turut menggandeng sederet desainer ternama, yakni Rusly Tjohnardi, Billy Tjong, Maisonmet by Mety Choa, dan Wong Hang Tailor. Rusly Tjohnardi akan membawakan koleksi bertema Classicalisto yang terinspirasi pengalaman pribadi, dengan beberapa potongan tipis, dan gradiasi dalam desain bergaya klasik, timeless, dan elegan.
Maisonmet by Mety Choa menampilkan koleksi Celestial Wilderness, yang terinspirasi dari berbagai tekstur kekayaan alam sepertj padang pasir dan alur sungai hingga pegunungan dengan warna-warna seperti ice blue dan tone earth. Sedangkan Wong Hang Tailor yang sudah terkenal sebagai penyedia jas pria premium, akan membawa tema Men in Tie, dengan menampilkan beberapa koleksi klasik dengan bahan yang tren tahun ini dalam warna serta motif berbeda yang lebih terang dan bold.