Teror Air Mineral Mikroplastik, Perlukah Khawatir

Ilustrasi Botol Minuman
Sumber :
  • Pixabay/ Hans

Kajian sebelumnya menemukan bahwa bahan pewarna itu melekat pada partikel plastik dan membuatnya menjadi berpendar di bawah sorotan cahaya tertentu.

img_title Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Hidup dengan 5 Kebiasaan Ini

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Profesor Mason dan beberapa peneliti  kemudian menyaring sampel partikel plastik dan menghitung setiap kepingan berukuran di atas 100 mikron, kira-kira setara dengan diameter sehelai rambut manusia.

img_title Curahan Hati Raissa Ramadhani, Makanan dan Fokus dalam Proses Penciptaan Lagu

Beberapa partikel tersebut cukup besar untuk diambil dan dianalisa menggunakan alat inframerah. Hasilnya, partikel-partikel itu teridentifikasi sebagai plastik.

Sebagian besar partikel lainnya yang berukuran di bawah 100 mikron dihitung menggunakan teknik dalam ilmu astronomi.

img_title Psikolog Ungkap, Olahraga Sepakbola Punya Banyak Manfaat Buat Anak

Setelah melakoni tes, Mason hanya menemukan 17 dari 259 botol air kemasan yang tidak mengandung partikel plastik.

Adapun jumlah partikel plastik di botol-botol air kemasan cukup beragam. Aqua Danone dari Indonesia, misalnya, memiliki 4.713 partikel plastik per liter. Kemudian, Nestle Pure Life mengandung 10.390 partikel plastik per liter. Evian memuat 256 partikel plastik per liter, dan San Pellegrino mempunyai 74 partikel plastik per liter.

Mikroplastik ada di mana-mana

Bagi banyak orang, mendengar mikroplastik tentu menyeramkan. Bagaimana sebuah partikel plastik yang tak kasat mata bisa menyusup dalam berliter-liter air mineral 'bening' yang kita minum setiap hari.

Padahal, mikroplastik bisa kita temui di mana saja bahkan pada pakaian dan kosmetik yang kita kenakan sehari-hari.

Dilansir National Ocean Service, mikroplastik adalah plastik dengan ukuran mikroskopis atau ukuran yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. 

Lautan Sampah Di Muara Kali Sentiong

Partikel serat plastik yang bersifat mikroskopis ini sebagian besar berukuran tak lebih dari 5 milimeter. Ada juga yang menyebut ukurannya di bawah 1 milimeter. Itu artinya ukurannya bisa lebih kecil ketimbang kutu rambut  atau plankton.

Berdasarkan sumbernya, mikroplastik dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni primer dan sekunder. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kelompok primer itu berarti mikroplastik memang dibuat dalam ukuran kecil, biasanya dipakai dalam kosmetik atau pakaian dan sepatu yang kita kenakan, yang sering disebut microbeads.

Sedangkan kelompok sekunder adalah plastik yang ukurannya mengecil karena faktor alami seperti gelombang laut, panas ultraviolet, dan bakteri. Misalnya tas kresek di laut yang ukurannya mengecil karena pengaruh alam. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut