Teror Air Mineral Mikroplastik, Perlukah Khawatir

Ilustrasi Botol Minuman
Sumber :
  • Pixabay/ Hans

Seekor kuda laut di periaran laut Sumbawa sedang membawa sebuah sampah dari pengorek telinga untuk melawan arus kuat.

img_title Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Hidup dengan 5 Kebiasaan Ini

Mendalami hal itu, VIVA mencoba mengonfirmasi soal bahaya mikroplastik pada beberapa ahli. Salah satunya Kepala Laboratorium Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung, Ir.Akhmad Zainal Abidin, M.Sc, Ph.D. Ia mengatakan bahwa mikroplastik tidak memiliki dampak berbahaya bagi tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau di dampak bagi kesehatan, kalau dari kita orang ahli plastik, plastik itu barang yang tidak bereaksi dengan yang lain," ungkap Zainal.

img_title Curahan Hati Raissa Ramadhani, Makanan dan Fokus dalam Proses Penciptaan Lagu

Sebab itu, dia menyebut bahwa sejauh ini penggunaan plastik sebagai wadah minuman cukup aman untuk digunakan. Lebih lanjut dia memaparkan, hal itu karena plastik sendiri tidak larut dan tercampur ke dalam tubuh. 

"Jadi walaupun plastik kecil itu kemakan itu akan keluar lagi. (Jadi) Enggak ada masalah, itu akan ke luar lagi bersama feses atau kotoran," kata dia. 

img_title Psikolog Ungkap, Olahraga Sepakbola Punya Banyak Manfaat Buat Anak

Jika memang plastik tersebut biodegradeble, hal itu juga tidak perlu begitu dikhawatirkan. Menurut Zainal sekali pun itu dicerna, juga akan keluar bersama dengan kotoran.

"Saya kira itu yang saya amati karena dari sisi prosedur dan pengujian di seluruh dunia belum ada saintifik metodenya," kata dia.

Memicu Kanker

Lain lagi yang diungkap Zainal, pakar Toksikologi, Dr.rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. berkata lain. Dalam wawancara tvOne Jumat 16 Maret 2018 ia menyebut bahwa mikroplastik justru sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika mengendap lama.

"Hingga kini memang belum ada penelitian yang fokus mendalami masalah toksisitas dan efek nanoplastik pada manusia. Namun, kasus yang banyak diketahui sejauh ini nanoplastik hanya mencemari biota laut seperti plankton dan zooplankton, sehingga menimbulkan kelainan biologis hewan laut," ujarnya.

Ilustrasi sel kanker.

Namun, secara teori kedokteran ia mengatakan bahwa nanoplastik yang masuk ke tubuh memang berbahaya meskipun belum ada penelitiannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang dikhawatirkan adalah jika mikroplastik akan terdeposisi atau menempel pada jaringan lemak atau kelenjar limpa dan mengendap sehingga berdampak pada penyakit hormonal bahkan kanker. Jika sudah mengendap di jaringan lemak akan sulit sekali dilepaskan," ujarnya.

Standar air minum di Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut