Teror Air Mineral Mikroplastik, Perlukah Khawatir
- Pixabay/ Hans
![]()
Mendalami hal itu, VIVA mencoba mengonfirmasi soal bahaya mikroplastik pada beberapa ahli. Salah satunya Kepala Laboratorium Polimer dan Membran Institut Teknologi Bandung, Ir.Akhmad Zainal Abidin, M.Sc, Ph.D. Ia mengatakan bahwa mikroplastik tidak memiliki dampak berbahaya bagi tubuh.
"Kalau di dampak bagi kesehatan, kalau dari kita orang ahli plastik, plastik itu barang yang tidak bereaksi dengan yang lain," ungkap Zainal.
Sebab itu, dia menyebut bahwa sejauh ini penggunaan plastik sebagai wadah minuman cukup aman untuk digunakan. Lebih lanjut dia memaparkan, hal itu karena plastik sendiri tidak larut dan tercampur ke dalam tubuh.Â
"Jadi walaupun plastik kecil itu kemakan itu akan keluar lagi. (Jadi) Enggak ada masalah, itu akan ke luar lagi bersama feses atau kotoran," kata dia.Â
Jika memang plastik tersebut biodegradeble, hal itu juga tidak perlu begitu dikhawatirkan. Menurut Zainal sekali pun itu dicerna, juga akan keluar bersama dengan kotoran.
"Saya kira itu yang saya amati karena dari sisi prosedur dan pengujian di seluruh dunia belum ada saintifik metodenya," kata dia.
Memicu Kanker
Lain lagi yang diungkap Zainal, pakar Toksikologi, Dr.rer.nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si. berkata lain. Dalam wawancara tvOne Jumat 16 Maret 2018 ia menyebut bahwa mikroplastik justru sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika mengendap lama.
"Hingga kini memang belum ada penelitian yang fokus mendalami masalah toksisitas dan efek nanoplastik pada manusia. Namun, kasus yang banyak diketahui sejauh ini nanoplastik hanya mencemari biota laut seperti plankton dan zooplankton, sehingga menimbulkan kelainan biologis hewan laut," ujarnya.
![]()
Namun, secara teori kedokteran ia mengatakan bahwa nanoplastik yang masuk ke tubuh memang berbahaya meskipun belum ada penelitiannya.
"Yang dikhawatirkan adalah jika mikroplastik akan terdeposisi atau menempel pada jaringan lemak atau kelenjar limpa dan mengendap sehingga berdampak pada penyakit hormonal bahkan kanker. Jika sudah mengendap di jaringan lemak akan sulit sekali dilepaskan," ujarnya.
Standar air minum di Indonesia