Ironi Dokter Terawan

DR. dr Terawan Agus Putranto dikeluarkan dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Sumber :
  • VIVA/Anhar Rizki Affandi

Tak hanya itu, dokter Terawan juga terbukti mangkir dari panggilan MKEK yang mana hal itu turut berkaitan dengan kode etik kesejawatan. Serta, adanya pelanggaran kode etik berupa menjanjikan kesembuhan pada pasien oleh dokter Terawan.

img_title Vaksin Nusantara Buatan Terawan Kembali Masuk Jurnal Internasional

"Yang melanggar kode etik itu tidak boleh menjanjikan kesembuhan, bahwa sesungguhnya kesembuhan itu diberikan oleh Tuhan yang maha Esa, dokter hanya sebagai perantara saja, karena kalau sudah menjanjikan suatu kesembuhan, tapi pasien tidak sembuh, maka pasien akan kecewa, kemudian menimbulkan masalah, menuntut dokter dan lain sebagainya," ungkap Pengurus Besar IDI, dr. Frans Santosa di kesempatan yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Membingungkan memang, ternyata IDI dan MKEK memiliki pendapat yang berbeda, padahal jika ditelaah dari struktural, IDI dan MKEK merupakan satu kesatuan. Menanggapi hal itu dr Pukovisa memberikan penjelasan.

img_title Cek Fakta: CNN Promosikan Obat Diabetes dari Terawan Agus Putranto

Ia menganalogikan bahwa IDI dan MKEK tak ubahnya seperti sebuah negara yang memiliki lembaga legislatif dan yudikatif. 

Karenanya segala yang terkait dengan keputusan dapat diterbitkan secara legal dan sah tanpa meminta persetujuan keseluruhan IDI, begitupun sebaliknya. Dengan batasan pasal kode etik, MKEK dapat membuat surat keputusan tanpa intervensi dari pihak IDI.

img_title Benarkah PDSI Dibentuk untuk Tandingi IDI?

"Otoritasnya ada dan diatur dalam Tatalaksana organisasi MKEK. Ini seperti tatanegara kita, ada semacam trias politika Montesquieu. MKEK otonom dalam Yudikatif, kalau analogi di negara kita adalah sistem peradilan. Sementara eksekusi keputusan memang ialah didelegasikan ke eksekutif," ujarnya.

Masih Berpraktik

Setelah mendapatkan surat pemecatan yang terhitung 26 Februari 2018 hingga 25 Februari 2019, dr Terawan ternyata masih melakukan praktik di RSPAD. Terkait kasus tersebut ternyata yang bersangkutan belum mau berkomentar.

Beberapa kali VIVA coba menghubungi, namun yang menjawab selalu staf dr Terawan. Staf sekaligus asistennya tersebut mengatakan bahwa hari ini, Selasa 3 April 2018, dokter Terawan sedang melakukan praktik medis seperti biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya stafnya. Dr Terawan lagi praktik, masih banyak pasien, bisa telepon lagi nanti," ungkap staf tersebut melalui sambungan telepon, Selasa 3 April 2018.

Dilanjutkannya, dokter Terawan sudah praktik sejak pagi tadi. Dokter yang eksis dengan penemuan cuci otak tersebut masih melakukan praktik di RSPAD Gatot Subroto.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut