Mengubah Nasib dari Ajang Pencarian Bakat
- VIVA/Muhamad Solihin
![]()
Kehidupan Evi berubah sejak ia mengikuti ajang Dangdut Academy 2. Ia berhasil menjadi pemenangnya. Kini, Evi bergabung dengan Portrait Management. Karier Evi terus melesat.
Ia tak hanya dikenal sebagai pedangdut, tetapi juga pemain sinetron. Kehidupan Evi berangsur membaik.
"Evi sudah punya rumah sendiri. Bisa beli mobil, membantu nenek dan keluarga," kata Evi.
Evi bersyukur dengan perubahan hidup yang terus membaik. Tidak ada hentinya rasa syukur yang diucapkan oleh pemilik nama asli Evi Anggraini tersebut, mengingat telah banyaknya pengorbanan untuk sampai saat ini.
"Intinya mencapai titik saat ini tuh bisa dibilang sangat berat dan pastinya Evi sangat bersyukur, Alhamdulillah," ujarnya.
Kepahitan hidup juga dirasakan Aulia. Untuk bertahan hidup, orangtua Aulia menjadi pemulung.
Namun, kontestan Dangdut Academy 4 ini tak malu dengan masa lalunya. Bahkan, saat pembencinya membahas soal pekerjaan orangtuanya, Aulia memberikan jawaban yang menohok.
Ia menyatakan bahwa selama ini ia hidup tak pernah menyusahkan dan meminta-minta. Keluarganya bekerja keras untuk mencapai hidup yang lebih baik seperti saat ini.
Perubahan juga dialami oleh Fatin Shidqia, jawara X Factor di RCTI. Sejak berhasil menjadi pemenang di ajang tersebut, Fatin langsung laris manis diundang nyanyi. Ia pun melebarkan sayap dengan membintangi sejumlah iklan.
Seiring berjalannya waktu, penampilan wanita berhijab ini juga berubah. Wajahnya yang polos, kini sudah mulai mengenakan make-up. Kulitnya juga terlihat lebih cerah.
Tak hanya itu, Fatin sudah mampu membelikan rumah untuk ditinggali orangtuanya. Rumah yang dibeli Fatin itu sangat mewah dan ditaksir berharga miliaran rupiah.
Sebelumnya, Fatin tinggal di sebuah rumah sederhana yang terletak di gang sempit. Kini, rumah mewahnya berdiri megah di tanah seluas 400 meter persegi di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
![]()
Fatin senang karena bisa membelikan rumah untuk orangtuanya. "Kalau bisa beliin rumah untuk orangtua, kenapa enggak," katanya.
Lahir dari keluarga sederhana bukan berarti tak mampu berprestasi. Itulah yang diperlihatkan Ihsan Tarore.
Ia lahir dari ayah yang berprofesi sebagai tukang becak. Hal itu tidak membuat Ihsan minder. Justru, Ihsan menjadi semakin bersemangat untuk mengejar mimpinya.