Mengubah Nasib dari Ajang Pencarian Bakat

Maria Simorangkir Juara Indonesian Idol 2018, Ahmad Abdul,
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Terdapat juga nama-nama lainnya seperti Klantink, yang sukses dalam acara Indonesian Mencari Bakat, Billy Simpson jebolan The Voice, dan lainnya.

img_title Cerita Emily Young Ryu, Bertahan Lewat Musik Hingga Jual Baju

Tidak Lupa Daratan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meraih mimpi dengan cara mengikuti ajang pencarian bakat masih menjadi pilihan banyak orang. Banyak yang menganggap ini sebagai cara untuk menapaki karier sebagai artis.

img_title Ketemu di Indonesian Idol, Rossa Kepincut Gaza Ali

Siapa saja boleh mengikuti ajang tersebut. Namun, untuk menuju ke pentas tersebut tidaklah mudah. Persaingan makin ketat.

Maklum, di zaman seperti ini, banyak orang yang menginginkan menjadi artis. Tergiur dengan popularitas dan berlimpah materi, tak heran mereka rela antre berjam-jam untuk mengikuti audisi ajang pencarian bakat.

img_title Profil Rimar Callista, Juara Indonesian Idol 2021

Setelah lolos, mereka akan dikarantina dan dilatih. Dengan penuh semangat mereka menjalani karantina dan berbagai kegiatan. Kebahagiaan terpancar saat mereka tampil di panggung dan disorot kamera, serta ditonton banyak orang.

Hanya saja, menurut psikolog Rose Mini, tak jarang semangat mereka mengendor di tengah jalan. Di sinilah peran psikolog dibutuhkan.

"Nah, banyak yang kadang awalnya semangat di tengah-tengah ngedrop rasanya kepengen keluar saja. Rasanya sudah enggak nyaman. Tugas saya supaya menyiapkan mereka bahwa ini pilihan mereka, jadi menyemangati, memberikan motivasi, memberikan kepada mereka harus cari target hidup masing-masing," kata Rose Mini saat dihubungi VIVA, Jumat 4 Mei 2018.

Dikatakan Rose Mini, setelah ajang memasuki proses lima besar, ia bertugas untuk mengingatkan para kontestan agar tetap menjadi dirinya sendiri.

"Mereka tetap jadi remaja pada umurnya, jangan sampai terlalu tua atau seseorang yang jadi star syndrome. Mereka harus tahu, mereka mencapai itu dengan usaha, tapi mesti ingat bahwa mereka tidak langsung begini," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tak selamanya mereka berada di bawah pengawasan psikolog. Saat di luar mereka harus berjuang sendiri. Dan tak jarang, banyak kontestan yang terkejut karena kenyataan tak seindah yang dibayangkan.

"Nah, kalau mereka merasa gaya hidup sudah star begitu, sementara di luar enggak seindah yang mereka bayangkan, itu pasti berdampak pada mereka. Jadi saya pikir, walaupun mereka tidak juara jangan sampai mereka nanti jadi orang tidak berguna, tidak ada tujuan hidup," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut