Melawan Teror di Kota Pahlawan
- ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria
Baca juga: Tagar #terorisJANCUK Berkumandang di Jagat Twitter
Sampai ke akar-akarnya
Semua pihak mengecam dan mengutuk aksi terorisme di tiga geraja Surabaya tersebut. Dari para politikus di Senayan sampai ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah dan juga Nahdlatul Ulama.
Sikap yang sama ditunjukkan oleh Presiden Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan tindakan terorisme itu sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan. Aksi tersebut menimbulkan korban tak hanya dari anggota kepolisian tapi juga baik masyarakat dan anak-anak yang tidak berdosa.
"Termasuk pelaku yang menggunakan dua anak berumur kurang lebih 10 tahun yang digunakan juga pelaku bom bunuh diri," kata Jokowi, di Surabaya, Minggu, 13 Mei 2018.
Jokowi menuturkan terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak semua terorisme apapun alasannya.
![]()
Baginya, tak ada kata yang dapat menggambarkan dalamnya rasa duka cita atas jatuhnya korban akibat serangan bom bunuh diri di Surabaya itu. Dia pun memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar sampai ke akar-akarnya.
Selain itu, Jokowi menegaskan seluruh aparat negara tak akan membiarkan tindakan pengecut semacam itu. Dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan kebhinekaan.
"Dan saya juga mengimbau kepada seluruh rakyat di seluruuh pelosok tanah air agar semuanya tetap tenang, menjaga persatuan dan waspada. Hanya dengan upaya seluruh bangsa terorisme bisa kita berantas. Kita harus bersatu melawan terorisme," katanya.
Presiden yang pernah menjadi Wali Kota Solo itu juga mengajak semua pihak berdoa untuk para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan pada keluarga diberikan ketabahan dan keikhlasan. Sedangkan untuk para korban luka-luka agar segera diberikan kesembuhan.
"Negara, pemerintah menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan para korban," tutur Jokowi.
Baca juga: Muhammadiyah: Pelaku Bom Tiga Gereja di Surabaya Orang Kafir