Melawan Teror di Kota Pahlawan
- ANTARA FOTO/HO/HUMAS PEMKOT-Andy Pinaria
Evaluasi Serius
Pengamat Terorisme, Al Chaidar, menilai serangan di tiga gereja itu adalah bentuk dari gerakan JAD yang berafiliasi dengan ISIS. Mereka ingin menunjukkan eksistensi. Selain itu juga perpanjangan dari insiden Mako Brimob.
Semangat juang kelompok itu juga semakin berkobar lantaran ada undangan atau seruan yang mengajak untuk melakukan jihad sejak 9 Mei 2018 dan membantu rekan mereka yang berada di Mako Brimob.
![]()
Menurut Al Chaidar, target serangan mereka yang pertama ialah polisi. Kemudian rumah ibadah non muslim. Baru setelah itu tempat keramaian dan tempat-tempat ibadah kelompok sekte yang dianggap sesat.
Senada, Pengamat Teroris lainnya, Harist Abu Ulya, juga berpendapat bahwa aksi teror di Surabaya itu dilakukan oleh orang-orang muda yang terafiliasi dengan ISIS dan JAD. Dia melihat mereka masih konsisten dengan seruan ISIS, ada juga yang memang telah dibaiat.
Harist menilai alasan mereka menyasar gereja karena hanya ingin membuat kerusuhan saja. Selain itu juga agar umat Islam didiskreditkan.
Ke depan, dia menyarankan agar pemerintah melakukan evaluasi serius. Regulasi penanganannya harus dibicarakan secara konprehensif antara pemerintah dengan instansi-instansi terkait. (ren)