Ancaman Mogok Pilot Garuda Jelang Mudik Lebaran

Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA - Di tengah suasana bulan Ramadan dan jelang dimulainya arus mudik lebaran tahun ini, muncul kabar tidak mengenakkan bagi para penumpang pesawat Garuda Indonesia. Bagaimana tidak, ribuan pilot mereka mengancam akan melakukan aksi mogok kerja atau tak mau terbang. Bahkan disebut-sebut, aksi itu akan dilakukan saat arus mudik Hari Raya Idul Fitri.

img_title Garuda Indonesia Panggil Pilot-Kopilot yang Berpose 3 Jari Bareng Mahfud MD

Setidaknya ada 1.300 pilot dan 5.000 kru maskapai Garuda tergabung dalam Sekretariat Bersama Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) yang bakal ikut dalam aksi tersebut. Rupanya, aksi mogok terbang itu merupakan buntut dari belum adanya titik terang atas diskusi dari tuntutan para pilot yang diajukan pada 2 Mei 2018 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, mereka memang sudah menyampaikan ancaman tersebut. Pemicunya adalah masalah internal perusahaan. Antara lain adalah pertama, kegagalan dalam perubahan sistem penjadwalan crew menyebabkan sejumlah pembatalan dan penundaan penerbangan. Kedua, rusaknya sistem dan keuangan di Garuda yang dinilai akibat gemuknya direksi.

img_title Angkasa Pura Investigasi Penyebab Pesawat Garuda Keluar Lintasan

Pada 2015, direksi perusahaan penerbangan pelat merah tersebut berjumlah tujuh orang, 2016 berjumlah delapan orang dan 2017 berjumlah sembilan orang. Padahal, standar airline disebut lima sudah cukup.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda, Kapten Bintang Handono, menyatakan apabila tidak ada rencana baik dari pemerintah untuk menyelamatkan Garuda maka mereka akan melakukan mogok. Dia juga membenarkan bahwa aksi itu dilakukan kemungkinan saat arus mudik.

img_title Soal Putusan Sidang KPPU, Begini Tanggapan Dirut Garuda

Bintang menyebut bahwa pilot dan kru Garuda Indonesia menuntut agar ada pergantian direksi Garuda serta pengembalian aturan yang sebelumnya diganti.

Misalnya, hanya terdapat lima awak kabin untuk melayani penumpang. Bahkan, beberapa penerbangan pada pesawat 737-800 hanya diberikan empat awak kabin. Padahal, standarnya harus terdapat enam awak kabin di setiap pesawat Boeing 737-800 agar dapat memberikan layanan standar 5 stars airlines dan memenuhi standar safety.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun demikian, Bintang mengungkapkan tujuan utama mereka sebenarnya bukanlah demo dengan aksi mogok itu melainkan meminta pemerintah memenuhi tuntutan mereka, salah satunya adalah melakukan perombakan pada direksi BUMN tersebut.

"Ini harus segera dilakukan. Karena, jika tidak, Garuda akan semakin terpuruk dan waktu semakin dekat," kata Bintang kepada VIVA, Jumat, 1 Juni 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut