Ancaman Mogok Pilot Garuda Jelang Mudik Lebaran

Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

Tommy membenarkan mogok yang akan mereka lakukan itu bukan tujuan utama. Tujuan utama mereka adalah mendesak pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, untuk secepatnya melihat permasalahan yang ada di tubuh Garuda. Sebab, mereka khawatir, akibat kondisi itu kerugian makin menjadi, dan yang terancam adalah kelangsungan Garuda.

img_title Garuda Indonesia Panggil Pilot-Kopilot yang Berpose 3 Jari Bareng Mahfud MD

"Kami tidak mau Garuda jadi seperti Merpati," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

kecelakaan pesawat merpati di kupang

img_title Angkasa Pura Investigasi Penyebab Pesawat Garuda Keluar Lintasan

Mereka juga tidak mau Garuda dikelola atau dipimpin oleh orang-orang yang tidak memahami bisnis penerbangan komersial. Oleh karena itu, mereka menyerukan evaluasi total terhadap manajemen demi menyelamatkan flights career, dan untuk rakyat Indonesia.

"Demo akan tetap kami lakukan. Namun waktunya akan kami sampaikan secara resmi pada publik, melalui press rilis yang akan kami keluarkan dalam waktu dekat," katanya.

img_title Soal Putusan Sidang KPPU, Begini Tanggapan Dirut Garuda

Lebih lanjut, Tommy juga menegaskan ancaman aksi itu bukan karena persoalan kesejahteraan. Dia menegaskan bahwa semua untuk kebaikan Garuda itu sendiri.

"Ada hal yang salah kami koreksi. Ngeri juga Garuda rugi terus," sebutnya.

Baca juga: Pilot Garuda Mogok, Maskapai Lain Pasti Tepuk Tangan

YLKI Menolak

Atas rencana tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia pun buka suara. Mereka menolak rencana mogok Sekarga dan APG karena akan mengganggu pelayanan pada konsumen sebagaimana dijamin dalam UU Perlindungan Konsumen, dan juga UU tentang Penerbangan bahwa konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat menggunakan jasa penerbangan.

Sebaliknya, YLKI bisa menghargai rencana mogok tersebut jika tidak berimbas pada aspek pelayanan pada konsumen.

 Tapi mereka melihat rencana mogok total Sekarga dan APG pada akhirnya adalah bentuk nyata pelanggaran hak-hak konsumen. Dan hal tersebut bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada Sekarga dan APG, bahkan kepada keseluruhan imej GA sebagai perusahaan penerbangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan aksi mogok total tersebut, justru akan mengakibatkan Garuda makin kerdil dan ditinggalkan konsumennya. Oleh sebab itu, YLKI meminta agar Sekarga dan APG untuk tidak mogok total kapanpun momennya, apalagi saat puncak arus mudik.

"Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak manajemen Garuda dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, dalam siaran persnya, Jumat, 1 Juni 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut