Polemik Iriawan Jadi Penjabat Gubernur Jabar

Komjen Polisi M. Iriawan jadi Pjs Gubernur Jawa Barat, 17 Juni 2018.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Komentar berbeda disampaikan Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan, Achmad Baidowi. Ia menilai, pelantikan Iriawan sebagai Penjabat Gubernur atau Plt Jawa Barat, sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah sesuai Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada maupun Permendagri 1/2018. Hanya saja, ujarnya, pemerintah harus memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam pengangkatan Iriawan.

img_title Iklan Judi Online Mejeng saat Streaming Debat Pigu Jabar, KPU Kasih Penjelasan

Ia juga menyangsikan Iriawan akan mampu campur tangan karena pelaksanaan Pilkada yang sudah makin dekat. "Jika melihat waktu pelaksanaan pilkada, potensi adanya skenario kecurangan yang dicurigai banyak pihak, kami melihatnya sulit untuk terjadi," kata Baidowi, Senin 18 Juni 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Begitu pun perhatian masyarakat dan pegiat Pemilu juga ketat. Di pundak Iriawan, nama baik institusi Polri sedang dipertaruhkan. Apakah mau terseret ke konflik kepentingan pilkada atau tetap profesional. Kami masih meyakini, Polri tetap berada dalam koridornya," katanya memastikan.

img_title Dedi Mulyadi-Erwan Dinilai Bisa Bawa Jawa Barat sebagai Lokomotif Ekonomi Indonesia

Janji Netral

Menanggapi berbagai tudingan miring tersebut, Komjen Iriawan memilih tak terpengaruh. Kepada wartawan yang “menyerbunya” usai pelantikan, ia berjanji akan bekerja dengan netral atau tak mendukung pasangan calon tertentu dalam tugas barunya tersebut. Dia mengaku hanya akan menjalankan kewajiban sebagai pengganti sementara Gubernur Jawa Barat.

img_title Bukan Karbitan, Ronal Surapradja Cawagub Jabar Ternyata Eks Caleg PDIP

Ia memohon masyarakat tak meragukan komitmennya tentang profesionalitasnya sebagai anggota Polri maupun kini sebagai Penjabat Gubernur. Dia mengaku tak mungkin mempertaruhkan karier yang dirintisnya dari bawah hingga kini menyandang bintang tiga hanya untuk kepentingan politik sesaat dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat maupun Pemilu 2019.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kalau pun ada pihak-pihak yang mengkritik atau bahkan menolaknya, Iriawan mengaku tak keberatan karena itu hak setiap orang. “Enggak masalah (kalau ada yang menolak), (ini bagian dari kehidupan) demokrasi. Apa yang diperintahkan oleh negara, kami laksanakan. Dalam sumpah pun ada," katanya.

Ia mengatakan, sebagai Bhayangkara ia akan mengemban dengan baik semua tugas yang diberikan dan ingin sukses di semua sektor. "Di bidang kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat] Alhamdulilah berhasil. Saya juga ingin berhasil di bidang pemerintahan sehingga ada catatan sejarah buat saya apabila nanti sudah dipanggil Maha Kuasa," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut