Tragedi Kapal Bodong Danau Toba
- ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Ia menuturkan, saat itu, tak ada persiapan dari awak kapal sebelum tenggelam. Minimnya pelampung yang tak sebanding dengan jumlah penumpang. Kemudian, awak kapal yang ada hanya dua orang belum termasuk nakhoda.
"Nakhoda enggak memberitahukan. Tidak ada siaga itu. Sebagian lantai 1, banyak pelampung, itu enggak ada persiapan," tuturnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara menyatakan hingga Rabu sore, 20 Juni 2018, pukul 16.30, ada 21 korban tenggelamnya KM Sinar Bangun ditemukan. 18 korban selamat dan 3 korban meninggal dunia. Sedangkan 192 orang dilaporkan hilang.
Jumlah tersebut berdasarkan laporan keluarga di posko terpadu yang mengakui keluarganya menjadi penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba. Namun demikian, tidak adanya manifes penumpang menyebabkan petugas kesulitan memastikan jumlah hilang.
Pencarian Diperluas
Hingga kini, pencarian korban tenggelam KM Sinar Bangun masih terus dilakukan. Pencarian korban KM Sinar Bangun diperluas hingga 6 kilometer dari titik koordinat kapal karam, yakni ke arah timur laut selatan perairan Danau Toba. Mengingat banyak korban ditemukan dari arah tersebut.
"Tim akan menyelam di seputaran kawasan itu," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Kamis, 21 Juni 2018.
Pencarian dilakukan dengan menggunakan 10 perahu karet, tiga kapal Basarnas dan tiga kapal Polisi Air. Pencarian dibantu dengan helikopter untuk memantau langsung dari atas perairan Danau Toba dan juga robot bawah air jenis Remotely Operated Vehicle (ROV).
Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) yang merupakan satuan elite TNI Angkatan Laut, kabarnya juga akan turut membantu proses pencarian dan evakuasi korban kapal tenggelam. Satuan ini akan membantu proses evakuasi dengan robot bawah air jenis ROV.
Tim SAR gabungan sebelumnya menerima informasi bahwa kondisi KM Sinar Bangun diperkirakan berada di dasar Danau Toba dengan kedalaman mencapai ratusan meter dari permukaan air.
"Kesulitan untuk tim adalah kedalaman Danau Toba. Informasi dari Lantamal I Belawan kedalamannya itu sekitar 490 meter, sehingga kami akan dibantu dari TNI AL akan mendatangkan alat yang lebih canggih dengan kedalaman 600 meter," ucap Budiawan.
Selanjutnya, TNI AL juga akan menurunkan alat canggihnya untuk mencari keberadaan Kapal Motor Sinar Bangun bersama penumpangnya. Dengan bantuan dari TNI AL akan mempermudah proses pencarian dan evakuasi korban.