Tragedi Kapal Bodong Danau Toba

Kapal motor yang beroperasi di perairan Danau Toba
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Pihak terkait, juga diperintahkan Presiden untuk lebih proaktif. Terutama untuk mengecek secara rutin kelaikan dari setiap kapal penumpang yang digunakan. Ini mesti dilakukan, agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi.

img_title 7 Destinasi Travel Murah di Indonesia yang Keindahannya Tak Kalah dari Luar Negeri

"Saya juga minta ke Kemenhub dan Dinas Perhubungan di daerah untuk selalu rutin melakukan pengecekan berkala demi keamanan dan keselamatan penumpang," tegas Jokowi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syaugi berjanji akan mengerahkan sekuat tenaga untuk menemukan korban yang hilang. Ia memastikan upaya yang dilakukan Tim SAR gabungan sangat serius mengingat jumlah korban yang belum ditemukan masih banyak.

img_title 4 Hektar Lebih Hutan Penyangga Danau Toba Gundul Dibalak Liar, Perusakan Alam secara Terang-terangan

"Pemerintah serius dan all out itu kita buktikan kemarin kita hadir di lokasi kejadian ada dari Kementerian Perhubungan, Basarnas, KNKT, dan Jasa Raharja. Kami berempat sepakat membagi tugas tersebut dan penanggung jawab atau leading sector adalah Basarnas," kata Syaugi dalam konfrensi persnya di Kementerian Perhubungan, Rabu, 20 Juni 2018.

Dalam pencarian ini Basarnas juga dibantu oleh TNI dan Polri termasuk Kementerian dan masyarakat setempat. Sementara Basarnas sendiri menurunkan 70 personel termasuk di dalamnya adalah Basarnas Special Group (BSG) yang mempunyai kemampuan menyelam sampai dengan kedalaman tertentu.

img_title Banjir Bandang Danau Toba Prapat, 18 Rumah Rusak dan 277 Terdampak

"Karena dalamnya Danau Toba sekitar 300-500 meter. Kami mengerahkan segala daya upaya. Kita all out, kita menggunakan suatu alat yang dinamakan Remoted Operated Underwater Vehicle (ROV) yang bisa mendeteksi di dalam air dan portable," ungkapnya.

Selain ROV, Basarnas membekali para penyelamnya dengan alat bernama Rotinor, yang berfungsi  mempercepat kegiatan di dalam air dan mampu mengangkut korban sampai 6 orang diangkat oleh satu penyelam. Di samping Rotinor, penyelam juga dibekali jet booth yang ditempel di pinggang penyelam dan berfungsi untuk mempercepat pergerakan penyelam di dalam air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Syaugi, penyelam sudah dilakukan hingga kedalaman 50 meter, namun tim belum behasil menemukan apa-apa. Kondisi di dalam danau yang gelap dengan air keruh serta dingin, menjadi sedikit kendala bagi tim dalam melakukan pancarian korban.

Untuk membantu penerangan di dalam air, tim penyelam juga menggunakan senter, namun yang dapat terlihat paling jauh hanya 5 meter.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut