Tragedi Kapal Bodong Danau Toba

Kapal motor yang beroperasi di perairan Danau Toba
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

"Kita upayakan juga pemakaian alat ini nantinya bisa lebih akurat dan menemukan lokasi di mana tenggelamnya KM Sinar Bangun. Kita juga akan dapat bantuan dari Tim Denjaka bersama alat tersebut akan datang ke Danau Toba," ungkap Budiawan.

img_title Kabut Asap Selimuti Danau Toba

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengakui sulitnya medan menjadi alasan pencarian dan evakuasi korban belum maksimal. Luasnya area perairan dan kedalaman Danau Toba yang mencapai ratusan meter menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, Danau Toba juga ditumbuhi ganggang berukuran tinggi. Sehingga sulit mencari orang yang hilang tenggelam di Danau Toba. "Jadinya, beda mencari orang dan mencari sesuatu di dalam Danau Toba dengan di luar Danau Toba," kata Marudut kepada wartawan, Rabu malam, 20 Juni 2018.

img_title Jalur Menuju Danau Toba Jadi Tantangan Penggemar Touring

Sementara itu, Pengamat Keselamatan Transportasi, Ruth Hanna Simatupang, pun mengungkapkan, rute penyeberangan ke Pulau Samosir tersebut memang bukanlah rute yang biasa. Sebab, ekosistem dan karakteristik danau tersebut berbeda dengan danau-danau lainnya.

Jika tidak diantisipasi dengan baik apabila terjadi kecelakaan, sulitnya evakuasi korban pun bisa saja terjadi.

img_title Gunung Toba Pernah Meletus Dahsyat, Disebut Hampir Memusnahkan Manusia Purba

"Dari data dan lapangan, karena sifat Danau Toba yang lain, di dalamnya ada semacam tumbuhan yang bisa melilit ke bawah." ujar Ruth saat diwawancarai tvOne, Rabu 20 Juni 2018.

Selain itu di Danau Toba, menurutnya, sering terjadi fenomena alam yang tidak biasa. Salah satunya adanya pusaran air di beberapa titik. "Di danau tersebut sering terjadi kumparan-kumparan air ini yang bisa menghisap," ungkapnya.

Lebih lanjut ungkapnya, moda angkutan penyeberangan di kawasan tersebut pun menurut dia belum memadai. Berdasarkan pantauannya, angkutan tradisional yang ada di rute tersebut pun, masih banyak yang belum memenuhi standar keselamatan transportasi yang baik.  

"KM Sinar Bangun itu bangunannya kayu, atasnya ada yang fiber ada yang besi. Sebenarnya kapal itu tidak untuk motor, kenyataan banyak," tambahnya.

Kapal Bodong

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak dipungkiri, insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun seolah menguak carut marutnya tata kelola angkutan penyeberangan di perairan Danau Toba. Kapal yang kelebihan muatan sehingga jatuh korban dan administrasi pelayaran yang tidak sesuai, membuat pertanyaan banyak pihak, kenapa kapal itu dapat izin berlayar.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut