Tragedi Kapal Bodong Danau Toba

Kapal motor yang beroperasi di perairan Danau Toba
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Menurut Tito, penyelidikan terhadap sistem pengawasan yang dilakukan Dinas Perhubungan setempat, penting dilakukan karena memiliki tanggung jawab sepenuhnya atas operasi pelayaran dilakukan KM Sinar Bangun.

img_title Kabut Asap Selimuti Danau Toba

Adapun izin pemberangkatan kapal ditetapkan oleh Syahbandar Dinas Perhubungan Kabupaten setempat. Kapal dengan berat di bawah 5 gros ton, izin dan pengawasannya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten. Kapal 5 gros ton hingga 300 gros ton, oleh Dinas Perhubungan Provinsi. Sedangkan kapal dengan berat 300 gros ton di bawah pengawasan Kementerian Perhubungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah berat KM Sinar Bangun 17 gros ton. Jadi untuk perizinan dan kelayakan itu menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi," tutur Tito.

img_title Jalur Menuju Danau Toba Jadi Tantangan Penggemar Touring

Direktur Jenderal Perhubungan Darat di Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi memastikan pihak yang abai atau lalai terhadap tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, akan dijerat pidana.

"Di dalam KUHP pasal 359 KUHP, apakah itu nakhodanya, apakah juga operatornya, apa juga pemilik kapal atau juga pada petugasnya yang bertanggung jawab, ya mungkin dinas perhubungan sana yang mengatur masalah perjalanan," kata Budi di kemenhub, Jakarta, Rabu 20 Juni 2018.

img_title Gunung Toba Pernah Meletus Dahsyat, Disebut Hampir Memusnahkan Manusia Purba

Ucapan Duka Cita

Presiden Joko Widodo menyampaikan duka citanya atas tenggelamnya kapal motor Sinar Bangun, yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara.

Dalam keterangan persnya di Istana Bogor, Rabu 20 Juni 2018, Jokowi mengatakan sudah mendapatkan laporan langsung dari Menteri Perhubungan dan Kepala Basarnas.

"Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Indonesia, seluruh rakyat Indonesia kita menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut," kata Jokowi.

"Dan terhadap korban yang hilang saya minta Basarnas, TNI, Polri, BNPB untuk secepatnya segera menemukan dan menyelamatkan korban," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Presiden Jokowi, banyak pelajaran yang bisa diambil dari tenggelamnya KM Sinar Bangun ini, sehingga ke depan peristiwa serupa tidak terulang lagi. Oleh sebab itu, Presiden meminta persoalan keselamatan menjadi perhatian, khususnya oleh pemilik kapal.

"Bagi semua pemilik kapal patuhi semua peraturan yang ada, utamakan keselamatan penumpang, dan ikuti petunjuk dan arahan dari BMKG mengenai prakiraan dan potensi adanya cuaca buruk," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut