Setop Pakai Sedotan Plastik!

Sedotan plastik.
Sumber :
  • Pixabay/rkit

Sebenarnya, gerai Starbucks di Seattle, AS sudah lebih dulu menggunakan sedotan dari bahan-bahan daur ulang, karena penggunaan sedotan plastik dilarang di kota itu. Seluruh gerai Starbucks di Vancouver, Kanada juga akan mengalami perubahan yang sama pada musim gugur mendatang.

img_title Mengenal BPA, Zat Kimia di Kemasan Plastik yang Jadi Sorotan Pakar Kesehatan

"Untuk para partner dan pelanggan kami, ini adalah langkah penting untuk mencapai aspirasi global kami, yakni kopi yang berkelanjutan, yang disajikan kepada para pelanggan dengan cara yang lebih ramah lingkungan," kata Kevin Johnson, President and Chief Executive Officer Starbucks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strawless lids atau sippy cup lids Starbucks atau gelas plastik tanpa perlu lagi sedotan.

img_title Kebakaran Gudang Kardus dan Plastik di Jakbar Belum Padam Total, Damkar Butuh 2 Hari untuk Pendinginan

Di Indonesia, beberapa restoran dan kedai kopi juga telah melakukan hal serupa. Pada 2017, KFC Indonesia bahkan menggalakkan kampanye #NoStrawMovement. Gerai-gerai KFC di seluruh Tanah Air juga tak lagi menyediakan sedotan plastik. Konsumen yang membutuhkan sedotan dapat memintanya kepada kasir.

Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia (KFC Indonesia) mengatakan, gerakan ini dilakukan untuk mengajak masyarakat turut peduli pada keselamatan laut dan kehidupannya. Bentuk nyatanya, dengan menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran atau di mana pun mereka menikmati minuman.

img_title Gudang Kardus dan Plastik di Jakbar Dilalap Api, 3 Orang Jadi Korban Luka

”Sedotan merupakan penyumbang sampah laut terbesar kelima di dunia. Melihat fakta tersebut, kami tergerak untuk mengajak masyarakat menolak sedotan plastik sekali pakai saat memesan minuman di restoran kami maupun di luar, karena faktanya sedotan tidak dapat didaur ulang dan sebagian besar sampah sedotan hanya akan berakhir di pembuangan atau laut," katanya.

Darurat Sampah Plastik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sampah plastik atau limbah plastik di dunia yang sudah mencemari lautan kini sudah mencapai tahap darurat. Di Amerika Serikat saja, sebanyak 500 juta sedotan plastik digunakan setiap harinya. Tak heran perusahaan-perusahaan makanan dan minuman raksasa AS mulai melakukan perubahan untuk berpartisipasi dalam usaha pengurangan penggunaan plastik dalam kemasan minuman mereka. Dimulai dari sedotan.

Sedotan plastik secara bertahap kabarnya memang akan dilarang digunakan di AS dan Kanada pada 2019. Negara-negara Eropa juga diketahui akan melakukan hal yang sama, dan diharapkan begitu dengan negara-negara lain di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Itu karena tak lagi memakai sedotan plastik akan sangat berpengaruh dalam mengurangi sampah atau limbah plastik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut