Setop Pakai Sedotan Plastik!

Sedotan plastik.
Sumber :
  • Pixabay/rkit

Perlu diketahui bahwa Indonesia merupakan negara kedua penghasil sampah plastik paling banyak di dunia. Menurut data Jambeck 2015, jumlah sampah plastik yang mencemari laut Indonesia mencapai 1,29 juta ton per tahun atau setara dengan berat 215.000 ekor gajah jantan Afrika dewasa.

img_title Sokong Rantai Pasok Global, Rumput Laut Indonesia Bisa Gantikan Plastik Berbasis Fosil

Data dari LSM Divers Clean Action (DCA) menunjukkan, dari jumlah tersebut, salah satu yang paling banyak adalah sampah plastik dalam bentuk sedotan. Mereka memperkirakan, pemakaian sedotan plastik masyarakat Indonesia mencapai 93.244.847 batang setiap harinya. Sedotan-sedotan itu umumnya berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya (packed straw).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bayangan, jika disambungkan, sedotan plastik dalam jumlah tersebut panjangnya mencapai 16.784 kilometer, atau sama dengan dengan jarak yang ditempuh dari Jakarta ke Mexico City. Itu berarti jika dihitung per pekan, maka pemakaian sedotan plastik masyarakat Indonesia mencapai 117.449 kilometer atau sama dengan tiga kali keliling Bumi.

img_title Begini Cara Zat Kimia Migrasi dari Plastik

Video sampah plastik di bawah laut Bali.

Swietenia Puspa Lestari, penggagas DCA mengungkapkan bahwa sedotan plastik yang rata-rata panjangnya hanya sekitar 10 sentimeter membutuhkan waktu 500 tahun untuk terurai secara alami. Itulah yang membuatnya membentuk DCA, yang merupakan aksi penyelaman untuk membantu membersihkan sampah plastik yang mencemari laut Indonesia.

img_title Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan Bisa Perkuat Ekonomi Sirkular, Ini Contohnya

Meski begitu, ia melihat bahwa masalah sampah bukanlah sesuatu yang aneh di Indonesia yang notabene merupakan negara kepulauan.

"Tidak semua pulau punya sistem sampah, pasti ada menemui sampah. Jadi kita berkaca lagi, kenapa sampah ini bisa ada? Karena dilewati beberapa samudra, jadi banyak juga sampah dari laut lain yang juga terbawa. Tapi ketika berkaca pada diri sendiri, di masyarakat sampahnya tidak ada pengolahan. (Sampah) ditimbun di pantai atau dibuang ke laut. Kita harus refleksi pada diri sendiri dahulu," ujar Swietenia saat dihubungi VIVA baru-baru ini.

Selama dia melakukan aksi penyelaman untuk membersihkan sampah di laut di berbagai tempat di Indonesia, ia mengatakan bahwa laut yang paling banyak tercemar sampah adalah di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Bahkan di laut yang cukup dalam pun, ia masih menemukan beberapa sampah di sana.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sampah plastik di teluk Jakarta

Hartadi Alamsyah, Vice Chief Production Officer PT Trisinar Indopratama, perusahaan yang merupakan salah satu produsen plasticware terbesar di Indonesia dengan merek Technoplast pun turut berkomentar mengenai hal ini. Menurutnya, sampah plastik yang bermasalah adalah yang disposable alias sekali pakai. Itulah mengapa pihaknya hanya membuat produk plastik yang tidak disposable.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut