Setop Pakai Sedotan Plastik!
- Pixabay/rkit
Swietenia juga mengatakan bahwa selain membantu membersihkan sampah plastik di laut, pihaknya juga bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian tentang sampah. Mereka pun tak henti-hentinya mendorong gerakan-gerakan di berbagai perusahaan untuk mengurangi pemakaian sedotan dan produk plastik. Begitu juga dengan kerja sama membersihkan laut, menyediakan bahan dan pelatihan dan membuat paltform untuk saling sharing pengalaman membersihkan sampah di laut.
Ia pun mengakui bahwa kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang masalah sampah saat ini sudah lebih baik. "Yang dulu gerakan bersih-bersih hanya pada momen tertentu, sekarang jadi lebih rutin. Tidak hanya mengambil sampah, tapi disortir. Ada datanya, dikumpulkan ke kami dan dikumpulkan sampah yang bisa dimanfaatkan, di-recycle. Itu sudah sangat besar sih," katanya.
Yang ia nilai kurang hanyalah perihal penegakan hukum bagi mereka yang melanggar peraturan terkait masalah sampah ini. "Masih kurang punishment-nya dan masih tidak maksimal. Itu yang harus ditingkatkan," dia menambahkan.
Sedotan Plastik Masih Dibutuhkan
Namun, ternyata tidak semua pihak setuju dengan gerakan menghilangkan sedotan plastik. Komunitas difabel atau penyandang disabilitas di AS adalah salah satunya. Itu karena sedotan adalah alat bantu untuk mereka yang secara fisik tidak bisa minum dengan cara biasa.
Lembaga Hak Asasi Washington bahkan menulis surat resmi kepada Dewan Kota Seattle untuk menyuarakan pendapat para kaum difabel. Sebagai informasi, pemerintah Kota Seattle sudah melarang penggunaan sedotan plastik beberapa waktu lalu. Itu lah mengapa Starbucks di kota tersebut sudah lebih dulu menggunakan sedotan yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang.
Salah satu hal yang ditekankan dalam surat tersebut adalah, "Banyak orang dengan disabilitas fisik, seperti cerebral palsy dan multiple sclerosis yang membutuhkan bantuan sedotan plastik untuk minum. Jenis sedotan lainnya (seperti sedotan kertas atau dari bahan metal) tidak memberikan kombinasi kekuatan, fleksibilitas dan keamanan seperti sedotan plastik”.
![]()
Meski begitu, ada beberapa restoran di Seattle yang diizinkan untuk menyediakan sedotan plastik untuk diberi kepada pengunjung yang memang memintanya karena memiliki kondisi medis atau fisik tertentu. Larangan penggunaan sedotan plastik di Seattle sendiri sebenarnya tidak berlaku bagi kaum difabel. Ini berarti mereka tetap bisa meminta sedotan plastik kepada pihak restoran.