Menebak Pasukan Tempur Jokowi Vs Prabowo
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
"Ya jelaslah itu kan namanya pengendalian operasi," ujar Djoko.
Meskipun demikian dia menegaskan belum resmi memimpin tim sukses. Karena penunjukan namanya oleh Prabowo masih harus disetujui pimpinan partai koalisi lainnya.
"Saya tidak tahu. Itu kan antara pemimpin-pemimpin itu yah," kata Djoko.
Selain Djoko, nama Susilo Bambang Yudhoyono juga diproyeksikan masuk tim pemenangan Prabowo. Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean setuju dengan usulan tersebut.
Ferdinand menyebut posisi yang paling sesuai bagi Presiden RI ke-6 itu adalah di jajaran dewan penasihat atau pengarah. Hal itu juga sesuai dengan usulan dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
![]()
Tak hanya SBY, nama putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono juga turut bursa tim pemenangan Prabowo-Sandi. Bahkan dia dinilai layak memimpin tim.
"Ada permintaan-permintaan dari Gerindra termasuk bagi AHY. AHY sangat layak memimpin tim pemenangan. Tapi kami harus tanya dulu apakah AHY bersedia atau tidak karena beliau sedang fokus persiapan berangkat haji," kata Ferdinand.
Masuknya AHY di tim pemenangan Prabowo-Sandiaga dipastikan Politikus Partai Gerindra Sudirman Said. Menurut mantan Menteri ESDM itu, Sandiaga Uno juga telah mengonfirmasi. Namun apakah menjadi juru kampanye atau di bidang lain, Sudirman belum bisa merincikannya.
Dari pihak PKS, mereka mengusulkan Ahmad Heryawan dan Mardani Ali Sera sebagai ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Alasannya, Ahmad Heryawan kuat di Jawa Barat dan Mardani terbukti pada pilkada DKI Jakarta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan rancangan struktur organisasi tim pemenangan meliputi dua model, yaitu ramping dan sedang. Model pertama yang diusulkan, ialah struktur ringkas dengan elite-elite tertentu saja. Sedangkan tim teknis, tidak dicantumkan dalam bagan resmi.
Model struktur sedang, kata Muzani, meliputi elite-elite tertentu dengan pencantuman nama beberapa tokoh penting, seperti Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Model itu diusulkan, karena sebagian menginginkan penyebutan nama-nama tokoh penting untuk didaftarkan sebagai bagian dari tim pemenangan kepada Komisi Pemilihan Umum.
![]()
Muzani menegaskan masing-masing ketua umum pengusung harus ditempatkan di tempat yang terhormat, karena ketua umum sangat penting dalam penentuan kebijakan parpolnya, dan kebijakan parpol akan dituangkan dalam platform perjuangan capres-cawapres.