Menebak Pasukan Tempur Jokowi Vs Prabowo
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
"Karena itu, penempatan para ketua umum bagi kami adalah sesuatu yang sangat penting. Termasuk, Pak SBY dan para ketua umum parpol lainnnya," kata Muzani.
Kubu Jokowi-Ma'ruf
Di kubu petahana, Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, juga telah membahas soal tim pemenangan yang tugasnya menyosialisasikan seluruh keberhasilan dari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Bahkan, para sekretaris jenderal partai pendukung pasangan calon ini sudah beberapa kali bertemu untuk membahas masalah tersebut di markas mereka, Posko Cemara.
Mereka mengusulkan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang M Zainul Majdi dan Mahfud MD masuk ke dalam tim pemenangan. Selain kedua tokoh itu, ada pula nama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang malah diusulkan sebagai ketua timses.
Mereka juga merencanakan ada tim pengarah, penasihat pengarah yang terdiri dari ketua umum parpol, para sekjen, petinggi parpol dan tokoh masyarakat. Di samping itu ada tim ahli yang diisi oleh akademisi dan ilmuwan.
Joko Widodo mengakui bahwa dia ingin JK menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional pemenangannya dalam Pilpres 2019.
"Ya kan dari saya itu (usulan). Penentuan ketua tim, itu ada di saya," kata Jokowi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu, 12 Agustus 2018.
![]()
Jokowi sudah berbicara dengan JK perihal tawarannya itu. Ia pun masih menangkap sinyal positif terhadap tawarannya kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
"Saya sudah berbicara dengan beliau, kok," kata dia.
Namun, JK kemungkinan besar tidak akan masuk ke dalam struktur pemenangan KIK. Sebab, saat Joko Widodo mengambil cuti untuk kampanye, maka Jusuf Kalla akan mengantikan dia secara teknis sebagai presiden sementara.
Lewat juru bicaranya, Husain Abdullah, menyebutkan bahwa Jusuf Kalla belum mengonfirmasi keterlibatan dalam tim kampanye. Saat itu, Jokowi yang langsung menawarkan dan datang ke kantor Wakil Presiden meminta kesediaan Kalla.
Husain menyampaikan, JK ingin fokus menjadi 'penjaga gawang' ketika Jokowi menjalani masa kampanye.
"Namun sikap Pak JK lebih memilih fokus melaksanakan tugas pemerintahan. Bukannya menolak, tapi Pak JK memilih jadi penjaga gawang saja,” kata Husain dalam keterangannya, Jumat 10 Agustus 2018.