Misteri Gempa Menjalar Nusantara

Fenomena likuifaksi di lokasi gempa Lombok, NTB.
Sumber :
  • Magma Indonesia

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono dalam analisis tertulisnya menyebutkan, gejala menjalarnya atau migrasi gempa dari benua satu ke benua lain, sulit diterangkan.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Tetapi, terkonsentrasinya aktivitas gempa pada kawasan dan kurun waktu tertentu, memang memerlukan penelitian lebih lanjut secara statistik yang kini menjadi lebih mudah dikerjakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hingga saat ini kita lebih mudah mengkaji aktivitas gempa dalam aspek spasial dan temporal daripada mengkaji perubahan dan perpindahan stress (tegangan) di kulit Bumi. Ini dikarenakan sangat sulit menerangkan secara empirik apa yang diduga sebagian orang bahwa gempa dapat menjalar ke sana, ke mari," tulisnya seperti dikutip VIVA, Sabtu, 1 September 2018, melalui akun media sosialnya.

img_title Barat Daya Kota Bogor Diguncang Gempa M 4,1

Ada sebagian pakar berpendapat, perubahan pola tegangan global (global stress pattern) mungkin dapat menerangkan gejala ini. Tapi nyatanya, hingga saat ini bagaimana memodelkan hal itu masih sangat sulit dilakukan.

Memang setidaknya ada dua konsep/teori pemicuan antargempa yaitu pemicuan yang bersifat statis (permanen) dan pemicuan yang bersifat dinamik (transien/yang berpindah).

img_title BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,2 yang Guncang Lombok Barat Pagi Ini

Pemicuan bersifat statis dapat terjadi pada gempa gempa yang sangat berdekatan lokasinya. Sebagai contoh adalah munculnya aktivitas gempa baru di ujung timur Pulau Lombok M=6,9 yang diduga akibat pemicuan gempa yang bersifat statis (static stress transfer) dari rangkaian gempa-gempa kuat di Lombok sebelumnya.

Transfer tegangan statis ini berkurang secara cepat terhadap jarak dan disebabkan oleh perpindahan patahan yang permanen.

Sementara itu, untuk pemicuan dinamik, bisa berkaitan dengan gempa-gempa dekat dan gempa-gempa jauh (keduanya).

Konsep pemicuan dinamik ini sangat rumit dan banyak syarat yang harus terpenuhi, sehingga bagi mereka yang paham, tidak mudah mengatakan sebuah gempa dapat dipicu secara dinamik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Transfer tegangan dinamis ini nilainya lebih kecil, berkurang dengan lambat terhadap jarak dan merupakan tegangan yang dibawa oleh gelombang seismik melalui batuan. Konsep pemicuan dinamik ini yang lebih sering dikaitkan dengan potensi adanya gempa yang dipicu jarak jauh.

Karena nilai transfer tegangannya kecil, maka syarat utama yang paling dibutuhkan adalah patahan yang terpicu harus benar-benar berada di titik paling kritisnya, sehingga sedikit saja "dicolek" oleh perubahan tegangan (yang kecil), patahan langsung menghasilkan gempa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut