Misteri Gempa Menjalar Nusantara

Fenomena likuifaksi di lokasi gempa Lombok, NTB.
Sumber :
  • Magma Indonesia

Sesar yang memicu gempa Lombok dan Malang, juga berbeda dengan sesar yang memicu terjadinya gempa 5,8 SR di Gunungkidul, Yogyakarta.

img_title Gempa Dahsyat Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, berdasarkan data yang ada, gempa Yogyakarta terjadi akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia. Gempa bumi ini tergolong gempa berkedalaman dangkal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

img_title Barat Daya Kota Bogor Diguncang Gempa M 4,1

Untuk gempa 5,5 SR yang terjadi di Kota Padang, diakibatkan adanya aktivitas Zona Sesar Sumatera di Segmen Sumani.

Jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis gempa bumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada Segmen Sumani.

img_title BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,2 yang Guncang Lombok Barat Pagi Ini

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar geser mendatar (Strike Slip).

Gempa Misteri Alam

Evakuasi Korban Gempa Lombok

Meski terus terjadi tanpa mengenal tempat dan waktu, gempa masih sebuah misteri alam yang hingga saat ini tak bisa diketahui kapan dan di mana terjadinya.

Tak ada seorang pun manusia di Bumi yang bisa mengetahui atau memprediksi terjadinya gempa. Meski sudah banyak teknologi canggih yang digunakan.

Menurut Daryono, dalam tulisannya, China pernah bisa memprediksi gempa yang mengguncang Kota Haicheng. Karena itulah, China bisa mengevakuasi penduduk di kota itu beberapa jam sebelum gempa terjadi.

Gempa itu menyebabkan 90 persen bangunan hancur. Tapi, hampir 90 ribu penduduk selamat. China mulai melakukan kegiatan prediksi sejak Desember 1974, sedangkan gempa itu baru terjadi pada 4 Februari 1975.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi itu ternyata hanya menjadi kenangan indah, karena meski dilakukan dengan metode yang sama dan didukung dengan teknologi yang lebih canggih, sederet gempa besar merusak dan mematikan masih mendera China dan korban tewas terus berjatuhan hingga sekarang.

Jepang juga menjadi negara yang paling getol dalam kajian prediksi gempa, tetapi ternyata gempa-gempa besar terus berdatangan tanpa mau memberi tahu tanpa permisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut