Misteri Gempa Menjalar Nusantara
- Magma Indonesia
Karena masih sangat sulit dalam menjelaskan secara fisis-empirik kaitan antarkejadian gempa yang terjadi berjauhan, maka peristiwa rentetan beberapa kejadian gempa yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai belahan bumi dan wilayah Indonesia memang terjadi di zona rawan gempa. Ini hal biasa dan wajar.
"Jika kejadiannya hampir bersamaan tampaknya mungkin hanya faktor kebetulan saja. Karena masing-masing kawasan sumber gempa memiliki medan tegangan sendiri-sendiri yang terbangun dan mencapai tingkat akumulasi maksimumnya (matang) yang hampir bersamaan, sehingga mengalami pelepasan energi sendiri-sendiri yang dimanifestasikan dalam kejadian gempa bumi yang terjadinya hampir berbarengan," tulisnya.
Namun demikian, yang sangat penting ialah bagaimana cara membedakan berbagai ragam bencana gempa. Hal ini perlu agar dapat memperkecil dampak kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur serta menghindari jatuhnya korban manusia yang tak perlu terjadi.
Sesar-sesar Pembangkit Gempa
![]()
Dalam peristiwa bencana gempa darat yang memunculkan kerusakan di Lombok, NTB, BMKG dalam analisisnya menyatakan, terjadi akibat aktivitas dua sesar yang terdapat di wilayah itu.
Dari selatan terdapat zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Lombok, sedangkan dari utara terdapat struktur geologi Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrusting).
"Sesar naik ini jalurnya memanjang dari Laut Bali ke timur hingga Laut Flores. Sehingga tidak heran jika Lombok memang rawan gempa karena jalur sesar naik Flores ini sangat dekat dengan Pulau Lombok," kata Daryono dalam siaran pers, Senin, 30 Juli 2018.
Daryono melanjutkan, jika masyarakat memperhatikan peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, tampak seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter yang artinya memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini.
Meskipun kedalaman hiposenternya dan magnitudonya bervariasi, tampak jelas wilayah Lombok memang aktif gempa yang bersumber dari subduksi lempeng, Sesar Naik Flores serta sesar lokal di Pulau Lombok dan sekitarnya.
"Dari sebaran seismitas ini pun cukup menjadi dasar untuk mengatakan bahwa Lombok memang rawan gempa," ujarnya.
Sementara itu, gempa yang mengguncang Kabupaten Malang, merupakan gempa subduksi yang tidak ada kaitannya dengan gempa Lombok. Sebab, gempa Lombok dipicu aktivitas sesar dan jaraknya cukup jauh dari zona subduksi selatan Malang.