Misteri Gempa Menjalar Nusantara

Fenomena likuifaksi di lokasi gempa Lombok, NTB.
Sumber :
  • Magma Indonesia

Karena masih sangat sulit dalam menjelaskan secara fisis-empirik kaitan antarkejadian gempa yang terjadi berjauhan, maka peristiwa rentetan beberapa kejadian gempa yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai belahan bumi dan wilayah Indonesia memang terjadi di zona rawan gempa. Ini hal biasa dan wajar.

img_title Update BMKG: Terjadi 14.993 Gempa Susulan di NTT Sejak 15 Agustus 2026

"Jika kejadiannya hampir bersamaan tampaknya mungkin hanya faktor kebetulan saja. Karena masing-masing kawasan sumber gempa memiliki medan tegangan sendiri-sendiri yang terbangun dan mencapai tingkat akumulasi maksimumnya (matang) yang hampir bersamaan, sehingga mengalami pelepasan energi sendiri-sendiri yang dimanifestasikan dalam kejadian gempa bumi yang terjadinya hampir berbarengan," tulisnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, yang sangat penting ialah bagaimana cara membedakan berbagai ragam bencana gempa. Hal ini perlu agar dapat memperkecil dampak kerusakan fisik pada bangunan dan infrastruktur serta menghindari jatuhnya korban manusia yang tak perlu terjadi.

img_title Gempa M6,5 Guncang Jakarta Pagi Ini, Getarannya Terasa Sampai Yogyakarta hingga Padang

Sesar-sesar Pembangkit Gempa

Lokasi pusat gempa 6,3 SR di Alaska.

img_title Jakarta Diguncang Gempa M6,5 Pagi Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya

Dalam peristiwa bencana gempa darat yang memunculkan kerusakan di Lombok, NTB, BMKG dalam analisisnya menyatakan, terjadi akibat aktivitas dua sesar yang terdapat di wilayah itu.

Dari selatan terdapat zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Lombok, sedangkan dari utara terdapat struktur geologi Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrusting).

"Sesar naik ini jalurnya memanjang dari Laut Bali ke timur hingga Laut Flores. Sehingga tidak heran jika Lombok memang rawan gempa karena jalur sesar naik Flores ini sangat dekat dengan Pulau Lombok," kata Daryono dalam siaran pers, Senin, 30 Juli 2018.

Daryono melanjutkan, jika masyarakat memperhatikan peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, tampak seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter yang artinya memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini.

Meskipun kedalaman hiposenternya dan magnitudonya bervariasi, tampak jelas wilayah Lombok memang aktif gempa yang bersumber dari subduksi lempeng, Sesar Naik Flores serta sesar lokal di Pulau Lombok dan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari sebaran seismitas ini pun cukup menjadi dasar untuk mengatakan bahwa Lombok memang rawan gempa," ujarnya.

Sementara itu, gempa yang mengguncang Kabupaten Malang, merupakan gempa subduksi yang tidak ada kaitannya dengan gempa Lombok. Sebab, gempa Lombok dipicu aktivitas sesar dan jaraknya cukup jauh dari zona subduksi selatan Malang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut