Strategi Baru #2019PrabowoPresiden

Deklarasi gerakan #2019PrabowoPresiden di Bandar Lampung.
Sumber :
  • Adrian/ Lampung

Polri pun tidak mempermasalahkan gerakan #2019PrabowoPresiden, yang telah disahkan oleh Kemenkumham. Namun begitu, sistem perizinan aksi atau kegiatan tetap ada aturannya. Kegiatan yang berkaitan dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No 60 Tahun 2017.

img_title Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR: Mangan Ora Mangan, Sing Penting Ngumpul

Sementara itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera yang menginisiasi gerakan #2019GantiPresiden akan mewujudkan kerja sama dengan GNPP yang telah memiliki badan hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan sosial. Sementara itu, gerakan #2019PrabowoPresiden, dibentuk untuk wadah komunikasi bagi para pendukung Prabowo.

img_title Kader Gerindra Banten Bakal Ramaikan Pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden di Jakarta

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro ikut berpendapat, gerakan #2019PrabowoPresiden sama saja dengan gerakan Amien Rais For Presiden pada 2004. Sehingga, tidak perlu ada masalah, terkait pembentukan gerakan itu, karena ini juga bertepatan dengan tahun politik.

"Jadi, menurut saya, ini memang tahun pemilu, tahapan pemilu sudah dimulai. Tentu, ini kontestasi. Ada dua periode, ada ganti presiden. Jadi, sama-sama," katanya.

img_title Kemenag Tagetkan 5 Ribu Pesantren Terima Inkubasi Bisnis hingga 2024, Saat Ini Baru 2.600

Selanjutnya, tak perlu was-was>>>

Tak perlu was-was

Dijelaskan Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, Siti Zuhro, pada 2019 itu memang tahun suksesi. Tidak ada yang aneh, dengan berbagai cara yang dilakukan tim pemenangan. Kecuali, itu dinyatakan tidak sedang tahapan pemilu.

Dan, #2019Ganti Presiden memang sangat jelas konteksnya, karena ada suksesi kepemimpinan nasional. Dia menganggap, hal itu jamak bila dilakukan masing-masing pengusung untuk mencari dukungan maupun memperluas dukungan dari masyarakat.

"Kemudian juga, kita menyaksikan bagaimana sosialisasi Projo di suatu hotel besar, sosialiasi Jokowi. Sudah terjadi sosialisasi dua periode. Jadi, menurut saya sama. Kalau enggak boleh, ya enggak boleh dua-duanya. Baru ada keadilan," katanya.

Menurut Siti, #2019PrabowoPresiden jelas memiliki efek terhadap masyarakat yang cenderung dari bawah. Masyarakat akan merasa terundang untuk melakukan komparasi. Ada petahana dan ada Prabowo dan Sandi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini, lanjutnya, tentu mulai terjadi pembelajaran politik, karena masyarakat disuguhkan dua pasangan calon. Asal saja, ini dilakukan secara kesatria oleh masing-masing pasangan calon dan semua tim suksesnya.

"Makanya, dihangatkan dengan susksesi tagar #2019GantiPresiden atau #2019PrabowoPresiden silakan saja. Dulu, juga ada Amien Rais for Presiden. Enggak apa, silahkan," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut