Kontroversi Yusril Bela Jokowi
Rabu, 7 November 2018 - 05:47 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/ Nur Faishal.
Urusan Logistik
Atas sikap itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berpendapat langkah Yusril itu menguntungkan Jokowi. Karena bagaimanapun Jokowi ingin memperkuat barisannya dengan cara merangkul dan merekrut tokoh-tokoh yang berseberangan termasuk Yusril.
"Hal yang wajar dan normal jika Yusril bergabung menjadi pengacara pasangan Jokowi-MA. Selain karena ingin merapat kekuasaan, juga untuk mengamankan dan menaikkan elektabilitas PBB," kata dia saat dihubungi.
Jika bergabung dengan Prabowo, lanjutnya, Yusril dan PBB-nya akan bertambah sulit. Karena Prabowo secara logistik kurang dan tidak memiliki power.
"Kalau Jokowi itu incumbent. Jadi sudah tentu punya power," katanya.
Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia kembali pasang badan untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) bahwa dirinya yang mengusulkan ide agar menunda waktu Pemilih
VIVA.co.id
31 Desember 2024