RIP Buaya Keroncong Indonesia

Mus Mulyadi
Sumber :
  • nstagram.com/erick_mus

Kembali ke Indonesia, Mus bertemu dengan pencipta lagu bernama A. Riyanto yang kemudian mengajaknya bergabung dalam Empat Nada Band. Namun kemudian dibentuk nama baru, Favourite's Group. Mus Mulyadi bertindak sebagai vokalis, A Riyanto sebagai pimpinan, Is Haryanto, Harry Toos, dan Tommy WS sebagai pemain instrumen.

img_title Kisah Jimmy Gideon Pernah Kecelakaan, Koma 5 Hari Harapan Hidup Tipis

Dikutip dari Jakarta.go.id dalam artikelnya tentang Favourite's Group, warna musik yang dibawakan kelompok ini adalah pop, meski tak jarang juga memainkan dangdut, keroncong, dan pop Jawa. Album pertama mereka berisi lagu-lagu, antara lain Mawar Berduri, Angin Malam, Cari Kawan Lain, dan Seuntai Bunga Tanda Cinta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah aktivitasnya bersama Favourite's Group, Mus Mulyadi pun ditawari membuat album solo. Is Haryanto membuatnya lagu berbahasa Jawa, Rek Ayo Rek, yang meledak di pasar. Lagu ini bahkan menjadi sangat ikonik bagi Surabaya.

img_title Jimmy Gideon Meninggal Dunia sampai Kedekatan Venna Melinda

Seiring berjalannya waktu, Mus akhirnya mantap berkarier dengan mengusung musik pop keroncong. Kota Solo, Dinda Bestari, Dewi Murni, Telomoyo, dan Jembatan Merah, sukses dan populer di telinga masyarakat. Mus bahkan sampai bisa tampil di luar negeri, seperti Belanda dan Amerika dan dikenal sebagai The King of Keroncong. 

Penghargaan musik terakhir yang diterima Mus Mulyadi adalah Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2012, untuk kategori Duo/Grup Keroncong. Mus juga diketahui merambah ke dunia seni peran dengan membintangi film Putri Solo yang dirilis tahun 1974. 

img_title Sebelum Hijrah, Jimmy Gideon Habiskan 8 Rumah karena Judi

Si Pendiam yang Sayang Istri

Mus Mulyadi

Sambil menangis, Helen mengenang sosok Mus Mulyadi selama hidupnya. Bertemu di tahun baru 1974, Mus dan Helen menikah pada tahun 1975. 

"Setiap tahun baru bersama, enggak mau pisah, 44 tahun kami bersama terus di tahun baru,” tutur Helen sambil menangis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semasa hidup, Mus adalah sosok yang pendiam, baik, dan selalu mengalah kepada istri. Almarhum juga seorang yang kuat dan tidak pernah marah. Karena kebaikannya kepada orang lain, Helen menyebut bahwa suaminya itu memiliki banyak teman.

“Saya percaya dia orang kuat, enggak pernah mengeluarkan isi hatinya. Marah pun enggak pernah, di wajahnya kalau marah kelihatan marah, setelah itu dia memaafkan. Orang baik dia, temannya banyak,” ucap Helen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut